Mengapa Kronologi Diperlukan dalam Sejarah dan Apa Tujuannya?

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah adalah salah satu cabang ilmu yang sangat menarik untuk dipelajari. Sebab, sejarah ini tidak hanya fokus pada satu cabang keilmuan saja. Sebab, hampir semua cabang keilmuan pasti memiliki sejarah yang bisa Anda pelajari. Seperti halnya sejarah peradaban manusia. Adapun kronologi diperlukan dalam sejarah untuk menghindarkan anakronisme, yaitu ketidaktepatan atau kerancuan dalam waktu. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Alasan Mengapa Kronologi Diperlukan dalam Sejarah dan Tujuannya
Mengutip dari laman Repository Kemdikbud, kronologi diperlukan dalam sejarah untuk menghindarkan anakronisme, yaitu kerancuan dalam waktu. Adapun kata kronologi sendiri memiliki arti ilmu tentang waktu. Jika dilihat dari persepsi ilmu sejarah, pengertian kronologi adalah ilmu yang berfungsi untuk menentukan waktu terjadinya peristiwa secara tepat sesuai dengan urutannya.
Dengan memahami konsep kronologi ini, maka seluruh peristiwa sejarah yang terjadi di masa lalu bisa kembali direkonstruksi secara tepat sesuai dengan urutan waktu terjadinya. Makanya, tak heran jika kronologi menjadi ilmu yang sangat penting dalam sejarah karena berfungsi sebagai penggambar dalam konsep sejarah sekaligus untuk melihat suatu peristiwa.
Sedangkan pengertian anakronisme adalah penulisan sejarah yang urutan waktunya tidak sesuai alias rancu. Biasanya hal ini terjadi akibat timbulnya penafsiran atau pemahaman yang keliru terhadap suatu peristiwa sejarah. Jadi, dalam anakronisme terdapat kerancuan pada paragraf atau kalimat penjelasnya.
Beberapa contoh peristiwa anakronisme yang dapat Anda ketahui antara lain sebagai berikut.
Di tahun 1947, terjadi puncak kericuhan Perang Dingin antara Amerika Serikat dengan USSR. Istilah perang dingin ini pertama kali dipopulerkan oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman yang menganggap adanya kesamaan dengan Perang Dunia I. Padahal Perang Dingin tidak memiliki pola dinamika sejarah yang sama dengan Perang Dunia I.
Pasca kemunculan Renaissance pada abad ke-15, muncul banyak tokoh pengetahuan, teknologi, dan navigasi yang sangat penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa. Akan tetapi, pada saat yang sama juga muncul Revolusi Perancis yang berpengaruh terhadap ideologi liberalisme dan demokrasi. Hal ini tentunya menjadi informasi yang salah karena abad ke-15 mempunyai waktu yang jauh dengan Revolusi Prancis.
Demikian penjelasan tentang anakronisme dalam kronologi sejarah. Semoga membantu. (Anne)
