Mengapa Momen yang Terjadi di Masa Sekolah Masih Dapat Dirasakan dan Memengaruhi

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengapa momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat memengaruhi diri saya di masa sekarang? Salah satu penyebab terjadinya kondisi seperti itu adalah trauma.
Selain trauma, pengalaman di masa sekolah juga dapat membuat manusia sebagai individu selalu mengingat hal tertentu hingga masa yang akan datang. Faktanya, pengalaman memang sering kali menjadi faktor yang membentuk kepribadian manusia.
Mengapa Momen yang Terjadi di Masa Sekolah Masih Dapat Saya Rasakan dan Masih Dapat Memengaruhi Diri Saya di Masa Sekarang?
Manusia sebagai makhluk yang mempunyai akal serta budi sering kali mengingat suatu peristiwa secara jelas dalam jangka waktu yang lama. Manusia bahkan dapat merasakan momen-momen yang sudah terjadi di masa lalu, misalnya di masa sekolah.
Beberapa orang bahkan tidak hanya mengingat, melainkan momen tersebut masih memengaruhi dirinya di masa depan. Mengapa momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat memengaruhi diri saya di masa sekarang?
Berikut adalah dua faktor umum yang membuat manusia sebagai individu masih dapat merasakan momen di masa sekolah.
1. Trauma
Salah satu penyebab momen yang terjadi di masa sekolah masih dirasakan oleh seseorang dan masih memengaruhi dirinya adalah trauma. Trauma yang dialami oleh manusia sering kali terjadi karena berlangsung di luar dugaan dan tidak menyenangkan.
Dikutip dari buku Konseling Trauma dalam Perspektif Bimbingan dan Konseling di Sekolah, Setiyowati (2023: 50), menurut Heidarizadeh, trauma adalah peristiwa traumatis yang melibatkan satu peristiwa atau pengalaman dan itu melibatkan perasaan serta emosi.
Trauma terhadap pengalaman tidak menyenangkan di masa sekolah sering kali memengaruhi kehidupan manusia hingga masa depan. Oleh karena itu, manusia umumnya membutuhkan pendampingan psikolog untuk memulihkan diri dari trauma.
2. Pengalaman
Selain trauma, pengalaman hidup secara umum juga dapat membuat manusia masih merasakan dan mendapat pengaruh dari momen yang terjadi di masa sekolah. Kondisi itu dapat terjadi karena pengalaman di masa sekolah termasuk pengalaman awal.
Dikutip dari buku Kepribadian Konservasi Berbasis Habituasi, Sadam dan Naning (2023: 20), Sigmund Freud menekankan tentang pentingnya pengalaman awal (masa kanak-kanak) dalam perkembangan kepribadian.
Masa kanak-kanak di Indonesia mencakup usia 2 – 6 tahun, yakni saat masa sekolah TK atau SD. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang masih mengingat, bahkan terpengaruh dengan momen yang terjadi di masa sekolah.
Baca juga: Mengapa Kamu Harus Menghormati Setiap Warga Sekolah? Ini Tujuannya
Jadi, mengapa momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat memengaruhi diri saya di masa sekarang? Dua faktor yang dapat menyebabkan kondisi tersebut adalah keberadaan trauma dan pengalaman awal. (AA)
