Konten dari Pengguna

Mengapa Para Pejuang Indonesia Membumihanguskan Kota Bandung Bagian Selatan?

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Mengapa Para Pejuang Indonesia Membumihanguskan Kota Bandung Bagian Selatan. Sumber: Unsplash/Dave Hoefler
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Mengapa Para Pejuang Indonesia Membumihanguskan Kota Bandung Bagian Selatan. Sumber: Unsplash/Dave Hoefler

Meskipun Indonesia sudah merdeka, pertempuran masih belum usai. Bahkan, sebagian wilayah Bandung ada yang sengaja dibakar. Mengapa para pejuang Indonesia membumihanguskan Kota Bandung bagian selatan?

Peristiwa pembakaran itu dikenal dengan Bandung Lautan Api. Para pejuang memilih membakar sebagian Kota Bandung dengan alasan tertentu.

Mengapa Para Pejuang Indonesia Membumihanguskan Kota Bandung Bagian Selatan? Ini Alasannya

Ilustrasi untuk Mengapa Para Pejuang Indonesia Membumihanguskan Kota Bandung Bagian Selatan. Sumber: Unsplash/Jen Theodore

Mengutip dari Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia dari Era Klasik Sampai Kontemporer, Sudirman (2019:247), Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat pada tanggal 24 Maret 1946.

Mengapa para pejuang Indonesia membumihanguskan Kota Bandung bagian selatan? Peristiwa bersejarah ini terjadi karena kedatangan tentara Sekutu yang dibonceng tentara NICA ke Bandung pada 12 Oktober 1945.

Pada waktu itu, Indonesia baru 2 bulan memproklamirkan kemerdekaan. Oleh karena itu, kondisi pertahanan dan keamanan di Indonesia masih belum stabil. Kondisi yang tidak stabil tersebut diperparah dengan kedatangan Sekutu.

Dikutip dari Sejarah 3 SMA Kelas XII Program Ilmu Sosial, Sardiman (2008:49), pada tanggal 21 Oktober 1945 Sekutu mengeluarkan ultimatum agar pejuang menyerahkan senjata dan mengosongkan Bandung Utara.

Para pejuang mengabaikan ultimatum tersebut. Akibatnya, ada banyak insiden yang terjadi, salah satunya sabotase kendaraan Belanda oleh para pemuda. Selain itu, penculikan juga sering terjadi.

Pada 25 November 1945, rakyat Bandung tertimpa musibah, yaitu banjir besar karena meluapnya Sungai Cikapundung. Ada ratusan korban yang hanyut dan ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal.

Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh tentara NICA untuk menyerang rakyat. Pada 23 Maret 1946, Sekutu mengeluarkan ultimatum agar TRI mengosongkan wilayah Bandung. Untuk menghindari jatuhnya korban, pemerintah RI menyetujui program pengosongan Bandung.

Namun, program pengosongan Bandung tersebut disetujui bukan tanpa perlawanan. Melalui musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3), TRI, aparat pemerintahan, dan para pemimpin laskar perjuangan setuju untuk membakar Bandung sebelum meninggalkan kota.

Setelah Bandung dilalap api, penduduk bersama-sama meninggalkan Bandung yang sudah menjadi puing dan abu. Karena peristiwa pembakaran tersebut, Sekutu tidak bisa menggunakan Bandung sebagai markas militer.

Baca juga: Isi Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan Sejarah Perumusannya

Mengapa para pejuang Indonesia membumihanguskan Kota Bandung bagian selatan? Sebagian Kota Bandung dibumihanguskan untuk mencegah Sekutu agar tidak bisa menggunakan Kota Kembang sebagai markas militer. (KRIS)