Konten dari Pengguna

Mengapa Sudut Pandang dalam Cerpen harus Konsisten?

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Membaca Cerpen, Foto: Dok. Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Membaca Cerpen, Foto: Dok. Unsplash

Apakah kamu salah satu pembaca yang suka membaca cerita dari tulisan kreatif? Jika iya, mungkin kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah cerpen, akronim dari cerita pendek. Cerpen atau cerita pendek merupakan sebuah karya sastra fiksi yang pendek.

Hal tersebut sesuai dengan apa yang diterangkan oleh Muhardi dan Hasanudin dalam bukunya yang berjudul Prosedur Analisis Fiksi (1992:5), bahwa cerpen adalah karya fiksi atau rekaan yang mengungkapkan suatu permasalahan yang ditulis secara singkat dan padat dengan memperhatikan beberapa komponen tertentu.

Komponen yang terdapat dalam cerpen biasanya berupa tema, alur, latar, penokohan, gaya bahasa, sudut pandang dan juga amanat. Tema dalam cerpen menjadi gagasan utama yang menjadi dasar cerita. Oleh karena itu, menentukan tema menjadi hal pertama yang dilakukan sebelum menulis cerpen.

Sudut Pandang sebagai Komponen dalam Cerpen

Meskipun tema menjadi penopang cerita dalam cerpen, namun cerita tersebut tidak akan berkembang tanpa adanya alur. Menurut Kosasih (2012:63) dalam Dasar-dasar Keterampilan Bersastra, alur merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh sebab-akibat.

Selain tema dan alur, hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah sudut pandang. Merujuk pada penuturan Semi dalam Anatomi Sastra (1988:57), sudut pandang merupakan posisi dan penempatan diri penulis dalam cerita serta dari mana si penulis melihat peristiwa-peristiwa yang terdapat di dalam cerita tersebut.

Konon, pemilihan posisi penulis dalam membawakan cerita pada hakikatnya merupakan teknik bercerita agar apa yang hendak dikemukakan dan dikisahkan menjadi lebih efektif, lho. Terdapat dua jenis sudut pandang dalam penulisan cerpen menurut Kosasih (2012: 69-70), sebagaimana berikut:

  • Sudut Pandang Orang Pertama. Penulis menjadi orang pertama atau sebagai tokoh dalam cerita, baik tokoh utama maupun tokoh pembantu. Dalam hal ini, penulis bisa memakai kata ganti aku atau saya.

  • Sudut Pandang Orang Ketiga. Dalam hal ini, penulis berperan sebagai pengamat atau orang ketiga. Biasanya si penulis akan menceritakan mengenai apa yang terjadi di antara tokoh-tokoh yang ditulisnya. Penulis bisa menggunakan kata ia, dia, atau memakai nama orang dalam membawakan cerita.

Nah, demikianlah penjelasan singkat pengenai sudut pandang dalam cerpen. Penggunaan sudut pandang dalam sebuah cerita pendek ini harus konsisten, lho. Pasalnya, penggunaan sudut pandang yang tepat dan konsisten dapat membuat para pembaca dengan mudah mengikuti jalan cerita sekaligus memahami ceritanya.(RFYA)