Konten dari Pengguna

Mengenal 24 Dialek Bahasa Daerah Riau

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Berkomunikasi dengan Bahasa. Sumber: Pexels.com/fauxels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Berkomunikasi dengan Bahasa. Sumber: Pexels.com/fauxels

Indonesia merupakan negeri yang kaya akan keragaman budaya dan bahasa. Pada satu wilayah atau daerah saja, dapat ditemukan beragam bahasa. Demikian juga dengan bahasa daerah Riau. Tahukah kamu kalau bahasa daerah Riau memiliki 24 dialek?

24 Dialek yang ada dalam Bahasa Daerah Riau

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata dialek adalah variasi bahasa yang berbeda-beda menurut pemakai. Misalnya, bahasa dari suatu daerah tertentu, kelompok sosial tertentu, atau kurun waktu tertentu.

Dikutip dari laman kemdikbud.go.id, diketahui bahwa terdapat 652 bahasa daerah di Indonesia. Jika pengertian dialek dan fakta jumlah bahasa daerah di Indonesia disimak lebih lanjut, dapat dipahami bahwa dalam satu bahasa daerah ada kemungkinan memiliki beberapa dialek.

Pada bahasa daerah Riau sendiri, ditemukan ada 24 dialek. Berikut adalah nama 24 dialek bahasa Melayu di Provinsi Kepulauan Riau yang dikutip dari petabahasa.kemdikbud.go.id.

  1. Dialek Pesisir

  2. Dialek Kundur

  3. Dialek Bintan-Karimun

  4. Dialek Pecong

  5. Dialek Karas-Pulau Abang

  6. Dialek Malang Rapat-Kelong

  7. Dialek Mantang Lama

  8. Dialek Rejai

  9. Dialek Posek

  10. Dialek Merawang

  11. Dialek Berindat-Sebelat

  12. Dialek Arung Ayam

  13. Dialek Kampung Hilir

  14. Dialek Pulau Laut

  15. Dialek Ceruk

  16. Dialek Pangkil

  17. Dialek Sanglar

  18. Dialek Binjai

  19. Dialek Bandarsyah

  20. Dialek Tanjungpala

  21. Dialek Pemping

  22. Dialek Kampung Bugis

  23. Dialek Kelumu

  24. Dialek Mengkait

Keren sekali ya, negeri kita ini! Kita sebagai generasi penerus bangsa tentu memiliki peran penting untuk mempertahankan bahasa daerah serta dialek. Mengapa demikian?

Ilustrasi Menggunakan Bahasa Daerah. Sumber: Pexels.com/Ketut Subiyanto

Pentingnya Menjaga Kelestarian Bahasa Daerah

Menjaga kelestarian bahasa daerah merupakan perkara penting karena adanya kemungkinan akan berkurangnya bahasa daerah seiring dengan berkurangnya pengguna bahasa daerah. Sukma, dkk. (2021) dalam bukunya yang berjudul Demi Bahasa Bermanfaat dan Bermartabat: Percikan Pemikiran Strategi Kebahasaaan dalam Dinamika Bahasa, Pendidikan, dan Kebudayaan Era Kiwari menjelaskan bahwa,

Dalam membudayakan generasi penerus berbahasa daerah, diperlukan pola asuh dalam menciptakan domain internal bahasa daerah yang solid.

Semoga bahasa daerah Riau dan bahasa-bahasa daerah di Indonesia dapat terus lestari serta diketahui oleh generasi selanjutnya. Selamat melestarikan bahasa daerah, Anak Muda! (AA)