Mengenal 24 Dialek Bahasa Daerah Riau

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia merupakan negeri yang kaya akan keragaman budaya dan bahasa. Pada satu wilayah atau daerah saja, dapat ditemukan beragam bahasa. Demikian juga dengan bahasa daerah Riau. Tahukah kamu kalau bahasa daerah Riau memiliki 24 dialek?
24 Dialek yang ada dalam Bahasa Daerah Riau
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata dialek adalah variasi bahasa yang berbeda-beda menurut pemakai. Misalnya, bahasa dari suatu daerah tertentu, kelompok sosial tertentu, atau kurun waktu tertentu.
Dikutip dari laman kemdikbud.go.id, diketahui bahwa terdapat 652 bahasa daerah di Indonesia. Jika pengertian dialek dan fakta jumlah bahasa daerah di Indonesia disimak lebih lanjut, dapat dipahami bahwa dalam satu bahasa daerah ada kemungkinan memiliki beberapa dialek.
Pada bahasa daerah Riau sendiri, ditemukan ada 24 dialek. Berikut adalah nama 24 dialek bahasa Melayu di Provinsi Kepulauan Riau yang dikutip dari petabahasa.kemdikbud.go.id.
Dialek Pesisir
Dialek Kundur
Dialek Bintan-Karimun
Dialek Pecong
Dialek Karas-Pulau Abang
Dialek Malang Rapat-Kelong
Dialek Mantang Lama
Dialek Rejai
Dialek Posek
Dialek Merawang
Dialek Berindat-Sebelat
Dialek Arung Ayam
Dialek Kampung Hilir
Dialek Pulau Laut
Dialek Ceruk
Dialek Pangkil
Dialek Sanglar
Dialek Binjai
Dialek Bandarsyah
Dialek Tanjungpala
Dialek Pemping
Dialek Kampung Bugis
Dialek Kelumu
Dialek Mengkait
Keren sekali ya, negeri kita ini! Kita sebagai generasi penerus bangsa tentu memiliki peran penting untuk mempertahankan bahasa daerah serta dialek. Mengapa demikian?
Pentingnya Menjaga Kelestarian Bahasa Daerah
Menjaga kelestarian bahasa daerah merupakan perkara penting karena adanya kemungkinan akan berkurangnya bahasa daerah seiring dengan berkurangnya pengguna bahasa daerah. Sukma, dkk. (2021) dalam bukunya yang berjudul Demi Bahasa Bermanfaat dan Bermartabat: Percikan Pemikiran Strategi Kebahasaaan dalam Dinamika Bahasa, Pendidikan, dan Kebudayaan Era Kiwari menjelaskan bahwa,
Dalam membudayakan generasi penerus berbahasa daerah, diperlukan pola asuh dalam menciptakan domain internal bahasa daerah yang solid.
Semoga bahasa daerah Riau dan bahasa-bahasa daerah di Indonesia dapat terus lestari serta diketahui oleh generasi selanjutnya. Selamat melestarikan bahasa daerah, Anak Muda! (AA)
