Mengenal 5 Lambang Agama Buddha dan Maknanya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia memang kaya akan keunikan, salah satunya adalah 6 agama yang diakui secara sah. Setiap agama tersebut memiliki lambang masing-masing, termasuk lambang agama Buddha yang sarat akan makma mendalam.
5 Lambang Agama Buddha
Melansir buku Sejarah Agama Buddha di Myanmar, Yuri Galbinst, (2013:12), inilah lambang agama Buddha lengkap dengan maknanya masing-masing:
Buddha Rupang, Bunga, Air, Lilin, Dupa
Buddha Rupang: bukanlah sesuatu yang harus disembah oleh umar Buddha, melainkan simbol dari ketenangan batin.
Bunga: setelah berganti waktu, bunga yang diletakkan di altar akan menjadi layu. Demikian pula dengan kita, yang suatu hari nanti akan menjadi tua, sakit, dan meninggal. Jadi, bunga melambangkan ketidak kekalan.
Air: melambangkan kerendahan hati, karena selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Selain itu, sifat air lainnya adalah:
Mampu membersihkan noda
Menjadi sumber kehidupan seluruh makhluk hidup
Bisa menyesuaikan diri dengan setiap keadaan
Meskipun tampak lemah, tetapi pada keadaan tertentu, air bisa menjadi bencana, seperti saat banjir atau tsunami.
Lilin: melambangkan cahaya atau penerangan batin yang akan mengusir kegelapan batin dan ketidaktahuan.
Dupa: melambangkan keharuman nama baik seseorang. Aroma dupa yang dibawa angin akan tercium ke tempat yang jauh, tetapi tidak tercium di tempat yang berlawanan dengan arah angin. Ini berarti semua perbuatan manusia, baik maupun jahat akan diketahui oleh orang lain.
Bendera Buddhis
Bendera ini terdiri dari 5 warna, yakni:
Biru yang berarti bhakti
Kuning yang berarti bijaksana
Merah yang berarti cinta kasih
Putih yang berarti suci
Oranye yang berarti semangat
Warna dari bendera ini berasal dari aura yang dipancarkan oleh tubuh Buddha, baik yang melingkar di belakang kepala maupun yang menyelubungi seluruh tubuhnya.
Di dalam bahasa Pali, aura tubuh Buddha disebut sebagai Buddharasmi atau Byamappabha, yang terdiri dari 6 macam, yakni: biru (nila), kuning (pita), merah (lohita), putih (odata), jingga/oranye(manjettha), dan campuran (pabhasura).
Aura ini muncul pertama kali usai Buddha mencapai penerangan sempurna di hutan Uruvela pada tahun 588 SM pada usianya yang ke-35 tahun.
Stupa
Bentuk stupa berasal dari petunjuk Buddha Sakyamuni yang memperlihatkan cara membangun stupa dengan benar kepada muridnya.
Buddha mengambil 3 lembar jubahnya, melipatnya sampai membentuk bujur sangkar, dan menumpukkanya di atas tanah saling bertumpuk satu sama lain. Di bagian atasnya, diletakkan mangkuk terbalik dan bagian yang lebih atas diletakkan tongkat yang sering dibawa berkelana.
Maka dari itu, stupa berbentuk 3 tingkat, yakni: tingkat dasar yang berbentuk trapezoid, bagian tengah yang berbentuk setengah bola, dan bagian atas yang berbentuk kerucut.
Swastika
Swastika berbentuk seperti salib sumbu dengan ujung sumbu yang membentuk patahan. Jadi, bentuknya menyerupai gabungan dari huruf S dan Z yang saling bertumpang tindih tegak lurus. Bentuk ini melambangkan lingkaran kehidupan yang tak pernah berhenti dan penuh kesejahteraan.
Pohon Bodhi
Pohon ini melambangkan kebijaksanaan dari pertapa Gautama. Pasalnya, di bawah pohon inilah, Gautama mencapai kesempurnaan dan menjadi Buddha.
Dari 5 lambang agama Buddha di atas, lambang manakah yang pernah kamu perhatikan? (BRP)
