Konten dari Pengguna

Mengenal Ajaran Tasawuf Imam Al-Ghazali yang Dianut Warga Nahdlatul Ulama

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Dalam Bidang Tasawuf Warga Nahdlatul Ulama Mengikuti Ajaran (Foto: Arka Roy | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Dalam Bidang Tasawuf Warga Nahdlatul Ulama Mengikuti Ajaran (Foto: Arka Roy | Unsplash.com)

Imam Al-Ghazali adalah seorang ulama besar dalam Islam. Beliau juga terkenal sebagai seorang ahli tasawuf. Dalam bidang tasawuf warga Nahdlatul Ulama mengikuti ajaran Imam Al-Ghazali. Simak pengertian dan prinsip-prinsip tasawuf berikut ini.

Baca juga: Pengertian Syirik Khafi dalam Ajaran Islam

Pengertian Tasawuf dalam Islam

Ilustrasi Pengertian Tasawuf (Foto: Anis Coquelet | Unsplash.com)

Dodego dalam Tasawuf Al-Ghazali Perspektif Pendidikan Islam (2021) menjelaskan bahwa ajaran tasawuf disebut ajaran akhlak, karena tasawuf sangat menekankan pentingnya penghayatan ketuhanan melalui pengamalan nyata dalam olah rohani (spiritual exercise) yang mengutamakan intuisi.

Jadi, tasawuf adalah orientasi keagamaan yang lebih esoteris. Tasawuf lebih merupakan kumpulan perilaku, berbeda dengan ilmu kalam yang menghasilkan rumusan rasionalistik.

Tasawuf memiliki beberapa pengertian baik dari segi etimologi dan terminologi sebagai berikut:

  1. Kata tasawuf berasal dari al-suffah yang artinya adalah sekelompok orang pada masa Rasulullah Saw yang tinggal di serambi-serambi masjid yang mengabdikan kehidupannya dengan beribadah kepada Allah SWT.

  2. Kata tasawuf berasal dari kata shaf. Kata ini dinisbatkan kepada orang yang selalu berada di saf pertama shalat dan terdepan dalam peperangan. Oleh karena itu, seorang sufi selalu berada di depan, baik ketika shalat atau dalam perang.

  3. Kata tasawuf berasal dari kata safa yang artinya bersih. Sufi adalah seseorang yang hatinya selalu bersih. Kata ini diperuntukkan bagi seorang sufi yang sellu menjaga hatinya untuk selalu dekat dengan Allah SWT dengan cara beribadah.

Prinsip-Prinsip Tasawuf

Ada prinsip yang bisa diterapkan untuk bertasawuf, diantaranya adalah:

  • Zikir. Zikir adalah proses pembersihan dan pemurnian hati. Zikir dilakukan dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

  • Fikr (meditasi). Meditasi adalah sebuah perjalanan mental menuju esensi diri. Jika merasa bingung, pusatkan perhatian dalam diri sendiri dengan berkonsentrasi ke satu titik.

  • Sahr (bangkit). Jiwa dan tubuh dibagkitkan dengan mengembangkan kesadaran mata dan telinga. Dengarkan juga hati dan raih potensi diri yang belum diketahui.

  • Ju’i (merasa lapar). Yang dimaksud adalah lapar pada hati dan pikiran untuk memperoleh kebenaran.

  • Shumt (menikmati keheningan). Berhenti untuk memikirkan dan mengatakan hal yang tidak diperlukan. Tujuannya adalah agar lisan dan pikiran bisa tenang.

  • Shawm (puasa). Bukan hanya fisik saja yang berpuasa, namun pikiran juga dipuasakan. Proses ini bertujuan untuk melepaskan diri dari hasrat indera eksternal.

Dasar Tasawuf

Ilmu tasawuf didasarkan dari Al-Quran. Berikut ini beberapa ayat Al-Quran sebagai dasar tasawuf:

“Dan kepunyaan Allah-lah dari timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap maka di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Luas (rahmat-Nya) dan Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah ayat 115)

“Dan jika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku sangat dekat. Aku mengabulkan permohonan setiap orang yang berdoa jika ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka kemudian memenuhi (segala perintahKu) serta hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka kemudian selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah ayat 186)

Sekian ulasan singkat mengenai ajaran tasawuf Imam Al-Ghazali. Semoga bermanfaat. (KRIS)