Konten dari Pengguna

Mengenal Alur Mekanisme Pengangkutan Air dari Akar Menuju Daun

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mekanisme Pengangkutan Air dari Akar Menuju Daun. Sumber: Unsplash.com/おにぎり
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mekanisme Pengangkutan Air dari Akar Menuju Daun. Sumber: Unsplash.com/おにぎり

Akar merupakan salah satu bagian penting dalam tubuh tumbuhan. Pasalnya, akar adalah bagian utama yang memiliki fungsi untuk menyerap dan mengangkut air ke daun.

Layaknya makhluk hidup, tumbuhan pun memerlukan minum. Hanya saja, proses meminum dan memakan pada tumbuhan tidak tampak jelas seperti manusia atau hewan. Mulut tumbuhan saja tidak bisa kita lihat, kecuali dengan mikroskop kan?

Nah, sesuai dengan judulnya, artikel kali ini akan memberikan uraian tentang mekanisme pengangkutan air dari akar menuju daun pada tumbuhan secara lengkap. Yuk, baca hingga selesai agar dapat mengetahui proses ‘minum’ pada tumbuhan dengan lebih jelas!

Mekanisme Pengangkutan Air dari Akar Menuju Daun

Ilustrasi Tumbuhan. Sumber: Unsplash.com/Kevin Young

Secara visual, kita dapat melihat bahwa urutan bagian tumbuhan dari yang paling bawah (dekat dengan tanah) adalah akar, batang, lalu daun. Berdasarkan urutan tersebut, kita dapat menalarkan bahwa yang memiliki tugas untuk mengambil air dari tanah adalah akar.

Kemudian, air yang telah akar ambil diteruskan oleh batang sampai menyebar ke seluruh bagian tumbuhan (ranting dan daun). Yups! Secara sederhananya, nalar tersebut dapat diasumsikan sebagai mekanisme pengangkutan air dari akar ke daun.

Namun, jawaban tersebut tentu belum mencukupi secara ilmiah. Secara ilmiah, mekanisme pengangkutan air dari akar menuju daun terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Pengangkutan yang terjadi di luar berkas pengangkut (pembuluh) yang disebut pengangkutan ekstravaskuler; dan

  • Pengangkutan yang terjadi melalui berkas pengangkut (pembuluh) yang disebut dengan pengangkutan intravaskuler.

Lantas apa yang membuat akar dapat mengangkut air? Apakah akar hidup dan bergerak? Yups! Namanya juga makhluk hidup, akar sebagai bagian dari tumbuhan sudah tentu hidup dan bergerak.

Proses pengangkutan tersebut dapat terjadi karena adanya tekanan akar, kapilaritas batang, serta daya isap daun. Berikut adalah penjelasan untuk tiga hal tersebut yang mengutip dari buku New Edition Big Book Biologi SMA/MA Kelas X, XI, & XII karya Furqaani, dkk. (2017: 331).

  • Tekanan akar terjadi karena sel-sel akar yang bersifat hipertonis terhadap lingkungan menyebabkan air secara alami masuk (osmosis) ke dalam sel-sel akar dan mendorong air naik ke pembuluh kayu (xilem) batang.

  • Kapilaritas batang pada tumbuhan muncul karena adanya pembuluh kayu (xilem) yang menyerupai pipa kapiler sehingga dapat dengan mudah melewatkan air dan mineral terlarut dari akar, batang, hingga sampai ke daun.

  • Daya isap daun terjadi karena aktivitas transpirasi atau penguapan air dari daun. Hilangnya air dari daun akan memaksa air dan mineral dari akar dan batang masuk ke dalam daun karena konsentrasi air dan mineral yang berkurang secara kontinu akibat transpirasi.

Baca juga: Fotosintesis: Faktor Penentu Kecepatan Proses Fotosintesis

Jadi, dapat disimpulkan bahwa mekanisme pengangkutan air dari akar menuju daun adalah karena adanya aktivitas penguapan air, daya isap daun, kapilaritas batang, serta tekanan yang bersifat hipertonis. Sudah cukup jelas, ya? Sampai jumpa lagi dengan pembahasan seputar tumbuhan lainnya. (AA)