Konten dari Pengguna

Mengenal Asas-asas Bimbingan Konseling di Sekolah (BK)

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengenal Asas-asas Bimbingan Konseling (BK). (Foto: RazorMax by pixabay.com/id/ )
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengenal Asas-asas Bimbingan Konseling (BK). (Foto: RazorMax by pixabay.com/id/ )

Setiap orang pasti membutuhkan bimbingan sebagai proses pembelajaran antara konselor dan peserta didiknya. Apa itu Bimbingan Konseling (BK) di sekolah?

Pengertian BK adalah bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih, mempersiapkan diri, dan memangku suatu jabatan serta mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya tersebut.

Dalam BK, terdapat asas-asas bimbingan konseling yang dijelaskan sebagai seperangkat aturan, nilai, dan prinsip yang menjadi dasar praktik profesional dalam BK. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai asas-asas tersebut.

Baca juga: Pentingnya Layanan Konseling Sebaya

Apa Saja Asas-asas dari Bimbingan Konseling di Sekolah?

Ilustrasi Mengenal Asas-asas Bimbingan Konseling (BK). (Foto: geralt by pixabay.com/id/ )

Bimbingan Konseling (BK) adalah proses interaksi antara konselor (pemberi bantuan) dan klien (penerima bantuan) yang berfokus pada pencapaian tujuan tertentu.

Tujuan dari bimbingan dan konseling adalah untuk membantu klien mencapai kesejahteraan emosional, sosial, dan kognitif. Asas-asas tersebut juga memberikan dasar untuk praktik profesional yang etis, berbasis kepercayaan, dan berorientasi pada hasil.

Dikutip dari buku Bimbingan dan Konseling di Sekolah yang ditulis oleh Hidayah Quraisy dan Suardi (2016), bimbingan merupakan bagian dari proses pendidikan yang teratur dan sistematis guna membantu pertumbuhan seseorang.

Berikut adalah penjelasan mengenai asas-asas bimbingan konseling:

  1. Kerahasiaan, setiap informasi yang didapat akan dirahasiakan segenap data dan keterangan tentang peserta didik.

  2. Kesukarelaan, adanya kesukaan dan kesukarelaan peserta didik mengikuti pelayanan yang diperlukan baginya.

  3. Keterbukaan, peserta didik terbuka dan jujur dalam memberikan keterangan tentang dirinya dan sekitarnya yang berguna bagi pengembangan dirinya.

  4. Kegiatan, peserta didik berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan layanan yang diperuntukkan baginya.

  5. Kemandirian, peserta didik diharapkan mandiri dengan ciri mengenal, menerima diri sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkan, serta mewujudkan diri sendiri.

  6. Kekinian, permasalahan peserta didik yang dilayani dalam kondisinya sekarang.

  7. Kedinamisan, isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan yang sama hendaknya selalu maju, tidak monoton dan terus berkembang serta berkelanjutan.

  8. Keterpaduan, pelayanan yang diberikan oleh guru pembimbing atau pihak lain saling menunjang, harmonis, dan terpadu dalam bekerja sama.

  9. Keharmonisan, pelayanan yang diberikan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku, supaya peserta didik memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai dan norma tersebut.

  10. Keahlian, pelayanan dan kegiatan BK diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional.

  11. Alih Tangan Kasus, pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan secara tepat dan tuntas atas permasalahan peserta didik mengalih tangankan kepada pihak yang lebih ahli.

  12. Asas Tut Wuri handayani, menunjukkan pada suasana umum yang hendaknya tercipta dalam rangka hubungan keseluruhan antara pembimbing dan yang dibimbing

Demikian penjelasan mengenai asas-asas bimbingan konseling untuk menambah pengetahuan kamu, semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)