Konten dari Pengguna

Mengenal Catur Karya, Nama Program Kerja Kabinet Ampera

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Program Kerja Kabinet Ampera Dikenal dengan Nama, Foto Unsplash Muhammad Rizki
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Program Kerja Kabinet Ampera Dikenal dengan Nama, Foto Unsplash Muhammad Rizki

Indonesia telah merdeka selama 77 tahun. Selama itulah Indonesia memiliki beragam kabinet di setiap periode presiden yang memimpin negara ini. Kabinet-kabinet ini berisi para menteri yang bertanggung jawab atas jalannya dinas atau departemen tertentu yang ada di Indonesia. Salah satu kabinet yang pernah menjabat adalah Kabinet Ampera. Kabinet Ampera adalah sebuah kabinet yang menjabat selama dua tahun di era kepemimpinan Soekarno. Kabinet ini memiliki sebuah program kerja yang cukup terkenal di kalangan masyarakat. Program kerja Kabinet Ampera dikenal dengan nama Catur Karya. Apa isinya? Simak ulasannya berikut ini.

Program Kerja Kabinet Ampera

Berdasarkan buku Sejarah SMP/MTs Kelas IX (KTSP) oleh Nana Nurliana Soeyono, dkk (2008:90-91), Presiden Soekarno memerintahkan membuat sebuah surat perintah yang kemudian dikenal dengan nama Surat Perintah 11 Maret (Supersemar). Supersemar kemudian dikukuhkan menjadi Ketetapan (TAP) MPRS No. IX/MPRS/1966 yang pada pokoknya memberi wewenang kepada Letjen. Soeharto untuk mengambil tindakan yang dianggap perlu agar keamanan dan ketenangan negara segera pulih. Pada waktu yang bersamaan dikeluarkan TAP MPRS No. XIII/MPIRS/1966 tentang pembentukan Kabinet Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat).

Ilustrasi Program Kerja Kabinet Ampera Dikenal dengan Nama, Foto Unsplash Eko Herwantoro

Selanjutnya, Kabinet Ampera diresmikan pada 28 Juli 1966 dan bekerja selama dua tahun. Kabinet Ampera membuat sebuah program kerja yang dikenal sebagai Catur Karya. Isi Catur Karya Kabinet Ampera adalah:

1. Memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia terutama di bidang sandang dan pangan

2. Melakukan pemilihan umum atau Pemilu sebagai bentuk dari demokrasi Pancasila paling lambat tanggal 5 Juli 1968

3. Melakukan politik luar negeri yang bebas dan aktif demi kepentingan nasional

4. Melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan anti kolonialisme dengan segala manifestasi dan bentuknya

Kabinet Ampera menyebabkan adanya dualisme kepemimpinan antara Presiden Soekarno dengan Soeharto. Lalu, para wakil rakyat mengeluarkan TAP MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 pada tanggal 12 Maret 1967 untuk mengangkat Soeharto sebagai presiden Indonesia agar tidak membahayakan tugas utama Kabinet Ampera. Namun, Kabinet Ampera dibubarkan dan dibentuklah kabinet pertama di era Soeharto, yaitu Kabinet Pembangunan.

Demikian isi program kerja Kabinet Ampera dengan nama Catur Karya beserta ulasan singkat mengenai kabinet tersebut. Apakah kamu sudah memahaminya sekarang? (LOV)