Mengenal Ciri-Ciri Cerita Fiksi dan Contohnya

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cerita merupakan salah satu hal yang sangat akrab dengan kehidupan manusia. Bahkan, bagi banyak orang, kehidupan ini sendiri adalah sebuah cerita. Ada juga cerita fiksi yang merupakan rekaan dari penulis. Ciri-ciri cerita fiksi membedakan dengan cerita lainnya.
Arti cerita dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ada empat, yaitu:
Tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal (peristiwa, kejadian, dan sebagainya).
Karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang; kejadian dan sebagainya (baik yang sungguh-sungguh terjadi maupun yang hanya rekaan belaka).
Lakon yang diwujudkan atau dipertunjukkan dalam film (sandiwara, wayang, dan sebagainya).
Omong kosong; dongengan (tidak benar); omongan.
Pada dunia penulisan, cerita terbagi menjadi dua jenis, yaitu cerita fiksi dan cerita nonfiksi. Secara sederhana, perbedaan di antara keduanya adalah cerita fiksi menceritakan hal yang tidak sungguh-sungguh terjadi, sedangkan cerita nonfiksi menceritakan hal yang bersifat fakta.
Nah, pada pembahasan kali ini, kita akan lebih spesifik untuk mengenal cerita fiksi. Mari simak pengertian, ciri-ciri, dan contoh cerita fiksi berikut ini.
Pengertian dan Ciri-Ciri Cerita Fiksi
Menurut KBBI, kata fiksi memiliki arti cerita rekaan, rekaan, khayalan, tidak kenyataan. Tim Arif (2020: 284) dalam bukunya yang berjudul Arif Cerdas untuk Sekolah Dasar Kelas 5 menjelaskan bahwa pengertian cerita fiksi adalah suatu karya sastra dengan isi berbagai macam cerita rekaan atau didasari dengan fantasi atau angan-angan dan bukan didasarkan atas kejadian nyata.
Berdasarkan pengertian cerita fiksi Tim Arif maka sudah jelas bahwa cerita fiksi memang sebuah karya yang isinya adalah cerita rekaan. Hal ini sekaligus dapat dipahami bahwa ciri cerita fiksi adalah tidak nyata atau rekaan.
Purwanti dan Tuti (2021: 152) dalam bukunya yang berjudul Mandiri Belajar Ulangan Tematik SD/MI Kelas 4 Semester 1 menjelaskan beberapa aspek yang juga menjadi ciri-ciri cerita fiksi, yaitu:
Bersifat rekaan dan imajinatif.
Ada kebenaran yang relatif dan tidak mutlak.
Umumnya memakai bahasa yang bersifat konotatif dan bukan sebenarnya.
Tidak ada sistematika baku.
Umumnya menyasar emosi dan perasaan pembacanya, bukan logika.
Setelah menyimak pengertian dan ciri-ciri cerita fiksi, apakah kamu sudah dapat mengira-ngira contoh dari cerita fiksi? Contoh cerita fiksi, yaitu:
Komik;
Dongeng;
Cerita pendek (cerpen); dan sebagainya.
Sekian informasi tentang pengertian serta ciri-ciri cerita fiksi. Kalau ada waktu senggang, kamu bisa lho mencoba buat karya cerita fiksi. Selamat mencoba. (AA)
