Konten dari Pengguna

Mengenal Ciri-Ciri Nabi Bergelar Ulul Azmi dan Artinya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nabi Muhammad, Salah Satu Nabi Bergelar Ulul Azmi, Foto: Dok. istockphoto.com
zoom-in-whitePerbesar
Nabi Muhammad, Salah Satu Nabi Bergelar Ulul Azmi, Foto: Dok. istockphoto.com

Sebagai umat muslim, apakah sudah mengetahui istilah Ulul Azmi beserta nabi yang mendapat gelar tersebut? Ulul Azmi adalah sebuah gelar khusus bagi rasul pilihan yang memiliki ketabahan yang luar biasa.

Dilansir dari Buku Siswa Akhidah Akhlak Kelas IV yang diterbitkan Kementerian Agama RI, nabi yang dikategorikan sebagai ulul azmi adalah rasul yang memiliki kesabaran yang luar biasa dalam menghadapi cobaan dan ujian. Mereka mendapat hinaan, cacian, bahkan ancaman pembunuhan, tetapi mereka tetap sabar menghadapinya. Terdapat lima nabi yang mendapat gelar ulul azmi, yakni Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad.

Ciri-Ciri Nabi Bergelar Ulul Azmi

Seperti yang sudah disebutkan, bahwa ciri-ciri utama nabi yang mendapatkan gelar ulul azmi adalah rasul yang memiliki ketabahan dan kesabaran yang luar biasa. Meski begitu, terdapat sejumlah ciri-ciri lainnya yang dimiliki nabi yang tergolong ulul azmi, yaitu:

  • Memiliki seruan dakwah universal, baik untuk umat manusia maupun untuk umat jin.

  • Menyampaikan syariat dan agama Allah.

  • Menerima perjanjian dan “wasiat” dari Allah.

  • Menyampaikan kitab samawi. Kitab samawi sendiri merupakan catatan-catatan yang difirmankan oleh Allah kepada para nabi dan rasul.

Dalil Ulul Azmi dalam Alquran

Terdapat sejumlah dalil yang berhubungan dengan ulul azmi di dalam Alquran. Salah satunya adalah firman mengenai Allah yang memerintahkan umat-Nya agar memiliki rasa sabar seperti rasul ulul azmi, yang terkandung dalam Surat Al Ahqaf berikut ini.

فَاصۡبِرۡ كَمَا صَبَرَ اُولُوا الۡعَزۡمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسۡتَعۡجِلْ لَّهُمۡ‌ؕ كَاَنَّهُمۡ يَوۡمَ يَرَوۡنَ مَا يُوۡعَدُوۡنَۙ لَمۡ يَلۡبَثُوۡۤا اِلَّا سَاعَةً مِّنۡ نَّهَارٍ ؕ بَلٰغٌ ۚ فَهَلۡ يُهۡلَكُ اِلَّا الۡقَوۡمُ الۡفٰسِقُوۡنَ

Fasbir kamaa sabara ulul 'azmi minar Rusuli wa laa tasta'jil lahum; ka annahum Yawma yarawna maa yuu'aduuna lam yalbasuuu illaa saa'atam min nahaar; balaagh; fahal yuhlaku illal qawmul faasiquun.

Artinya:

“Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati dan janganlah engkau meminta agar azab disegerakan untuk mereka. Pada hari mereka melihat azab yang dijanjikan, mereka merasa seolah-olah mereka tinggal (di dunia) hanya sesaat saja pada siang hari. Tugasmu hanya menyampaikan. Maka tidak ada yang dibinasakan kecuali kaum yang fasik (tidak taat kepada Allah).” (QS. Al Ahqaf:35)

Ayat lainnya yang menjelaskan ulul azmi terdapat pada Surat Asy Syura sebagai berikut.

شَرَعَ لَـكُمۡ مِّنَ الدِّيۡنِ مَا وَصّٰى بِهٖ نُوۡحًا وَّالَّذِىۡۤ اَوۡحَيۡنَاۤ اِلَيۡكَ وَمَا وَصَّيۡنَا بِهٖۤ اِبۡرٰهِيۡمَ وَمُوۡسٰى وَعِيۡسٰٓى اَنۡ اَقِيۡمُوا الدِّيۡنَ وَ لَا تَتَفَرَّقُوۡا فِيۡهِ‌ؕ كَبُـرَ عَلَى الۡمُشۡرِكِيۡنَ مَا تَدۡعُوۡهُمۡ اِلَيۡهِ‌ ؕ اَللّٰهُ يَجۡتَبِىۡۤ اِلَيۡهِ مَنۡ يَّشَآءُ وَيَهۡدِىۡۤ اِلَيۡهِ مَنۡ يُّنِيۡبُ

Shara'a lakum minad diini maa wassaa bihii Nuuhaw wallaziii awhainaaa ilaika wa maa wassainaa bihiii Ibraahiima wa Muusa wa 'Eesaaa an aqiimud adiina wa laa tatafarraquu fiih; kabura 'alal mushrikiina maa tad'uuhum ilaih; Allaahu yajtabii ilaihi many yassyaa’u wa yahdii ilaihi mayyuniibu.

Artinya:

“Diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu tegakkanlah agama (keimanan dan ketakwaan) dan janganlah kamu berpecah belah di dalamnya. Sangat berat bagi orang-orang musyrik (untuk mengikuti) agama yang kamu serukan kepada mereka. Allah memilih orang yang Dia kehendaki kepada agama tauhid dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya bagi orang yang kembali (kepada-Nya)” (QS. Asy Syura:13).

(RYFA)