Mengenal Ciri Lingkungan Fisik Daerah atau Kawasan Pesisir

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Wilayah pesisir merupakan wilayah peralihan antara darat dan laut yang bagian lautnya masih dipengaruhi oleh aktivitas daratan. Daerah atau kawasan pesisir pantai memiliki ciri lingkungan fisik dataran berpasir.
Wilayah pesisir sebagai wilayah daratan dan perairan yang dipengaruhi oleh proses biologis dan fisik dari perairan laut maupun dari daratan. Selain itu, wilayah ini didefinisikan secara luas untuk kepentingan pengelolaan sumber daya alam.
Daerah atau Kawasan Pesisir Pantai Memiliki Ciri Lingkungan Fisik Seperti Apa? Ini Jawabannya
Sebagai wilayah peralihan darat dan laut yang memiliki keunikan ekosistem, dunia memiliki kepedulian terhadap wilayah ini. Khususnya di bidang lingkungan dalam konteks pembangunan berkelanjutan (sustainable development).
Secara historis, kota-kota penting dunia bertempat tidak jauh dari laut. Alasannya karena kawasan ini memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan, serta memudahkan terjadinya perdagangan antar daerah, pulau, dan benua.
Selain itu, wilayah pesisir juga merupakan daerah penghambat masuknya gelombang besar air laut ke darat, yaitu dengan keberadaan hutan mangrove.
Daerah atau kawasan pesisir pantai memiliki ciri lingkungan fisik dataran berpasir. Dikutip dari laman pustaka.ut.ac.id, karakteristik umum wilayah laut dan pesisir adalah sebagai berikut.
Pesisir merupakan kawasan yang strategis karena memiliki topografi yang relatif mudah dikembangkan dan memiliki akses yang sangat baik (dengan memanfaatkan laut sebagai “prasarana” pergerakan).
Pesisir merupakan kawasan yang kaya akan sumber daya alam. Baik yang terdapat di ruang daratan maupun ruang lautan maupun yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Berdasarkan uraian tersebut, maka untuk kepentingan pengelolaan menjadi kurang begitu penting untuk menetapkan batas-batas fisik suatu wilayah pesisir secara kaku (rigid).
Akan lebih berarti jika penetapan batas-batas suatu wilayah pesisir didasarkan atas faktor-faktor yang memengaruhi pembangunan (pemanfaatan) dan pengelolaan ekosistem pesisir dan lautan beserta segenap sumber daya yang ada di dalamnya, serta tujuan dari pengelolaan itu sendiri.
Jika tujuan pengelolaan adalah mengendalikan ata menurunkan tingkat pencemaran perairan pesisir yang dipengaruhi oleh aliran sungai, maka batas wilayah pesisir ke arah darat hendaknya mencakup suatu DAS (daerah aliran sungai) dimana buangan limbah akan mempengaruhi kualitas perairan pesisir.
Baca Juga: Penyebab Utama Kondisi Air yang Sangat Memprihatinkan
Dari ulasan diatas dapat disimpulkan bahwa daerah atau kawasan pesisir pantai memiliki ciri lingkungan fisik dataran berpasir. Daerah pesisir juga memiliki garis yang berhimpitan dengan garis pantai apabila terjadi gelombang yang tinggi. (Adm)
