Konten dari Pengguna

Mengenal Diartrosis pada Sendi Tubuh Manusia menurut Ilmu Biologi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Diartrosis pada Sendi Tubuh Manusia. (Foto: Taokinesis by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Diartrosis pada Sendi Tubuh Manusia. (Foto: Taokinesis by https://pixabay.com)

Tahukah kamu bahwa di antara tulang yang satu dengan tulang lainnya dihubungkan oleh persendian? Ya, sendi merupakan bagian yang menghubungkan tulang dan membantu tubuh bergerak. Adapun jumlah sendi setiap orang berbeda satu sama lain. Berdasarkan gerakan yang ditimbulkan, terdapat tiga macam persendian yakni persendian yang tidak memungkinkan terjadinya gerakan secara bebas (sinartrosis), persendian yang dihubungkan oleh tulang rawan sehingga hanya menimbulkan sedikit gerakan (amfiartrosis), dan persendian yang dihubungkan oleh ligament (diartrosis). Diartrosis adalah persendian yang memungkinkan gerakan lebih bebas. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai diartrosis sendi tubuh manusia menurut pembelajaran biologi.

Penjelasan Mengenai Diartrosis Sendi pada Tubuh Manusia

Ilustrasi Diartrosis pada Sendi Tubuh Manusia. (Foto: IAOM-US by https://pixabay.com)

Dikutip dari buku Kupas Tuntas Pelajaran Biologi, Pasti Nilai 100! Kelas 8 SMP/MTs yang ditulis oleh Joko Untoro dan Tim Guru Nasional (621), diartrosis adalah persendian yang dihubungkan oleh ligamen. Persendian ini memungkinkan gerakan yang lebih bebas. Berikut adalah beberapa jenis diartrosis sendi pada tubuh:

  • Sendi putar, yaitu persendian yang memungkinkan gerakan memutar. Contohnya, hubungan antara tulang hasta dengan tulang pengumpil.

  • Sendi peluru, yaitu persendian yang memungkinkan gerakan ke segala arah. Contohnya, hubungan antara tulang gelang panggul dengan tulang paha.

  • Sendi pelana, yaitu persendian yang menimbulkan gerakan ke dua arah. Contohnya, hubungan antara telapak tangan dengan ibu jari.

  • Sendi engsel, yaitu persendian yang menimbulkan gerakan ke satu arah. Contohnya, hubungan antara tulang lengan atas dengan tulang hasta.

  • Sendi geser, yaitu persendian yang hanya menimbulkan gerakan bergeser, misalnya pada ruas-ruas tulang belakang.

  • Sendi luncur, yaitu persendian yang membuat badan dapat melengkung atau memutar.

Selain diartrosis, terdapat pula sinartrosis yaitu persendian yang tidak memungkinkan adanya gerakan dan amfiartrosis yaitu persendian di mana gerakan yang terjadi sangat terbatas. Sinartrosis dapat ditemukan pada sendi antara tulang rusuk dan tulang dada (sinkondrosis) dan sendi antar tulang tengkorak (sinfibrosis). Sedangkan amfiartrosis dapat ditemukan di sendi antar tulang belakang (simfisis) dan sendi antar tulang betis tulang kering (sindesmosis). Diartrosis adalah persendian yang dihubungkan oleh ligamen. Semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)