Konten dari Pengguna

Mengenal Hari Besar dan Upacara Keagamaan Buddha

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Upacara Keagamaan Buddha. (Foto: https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Upacara Keagamaan Buddha. (Foto: https://pixabay.com/id/)

Masyarakat Indonesia memiliki keberagaman dalam hal menganut kepercayaan akan Tuhan Yang Maha Esa. Setiap agama dan kepercayaan pasti memiliki tata cara beribadah, kitab suci, tempat ibadah, dan hari besar agamanya masing-masing.

Adapun setiap pemeluk agama memiliki kewajiban untuk menjalankan ajaran agama masing-masing sesuai dengan ajaran yang ada. Terdapat enam agama atau sistem kepercayaan yang berkembang di dalam masyarakat Indonesia dan diakui oleh pemerintah Indonesia di dalam Undang-Undang, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai hari besar dan upacara keagamaan Budha yang menarik untuk diketahui.

Hari Besar dan Upacara Keagamaan Buddha

Upacara Keagamaan Buddha. (Foto: https://pixabay.com/id/)

Dikutip dari buku Pendamping Siswa Cerdas Modul PKN SD/MI Kelas V yang ditulis oleh Sukanti (2019: 64), Buddha adalah agama dengan jumlah penganut terbesar kelima di Indonesia. Buddha memiliki tempat ibadah di Vihara dan kitab suci Tripitaka. Berikut adalah hari besar atau hari raya umat Buddha di Indonesia:

  • Hari Bodhi, peringatan Sidharta Gautama menjadi sang Buddha.

  • Parinirvana, peringatan sang Buddha naik ke nirwana.

  • Waisak, perayaan peristiwa-peristiwa utama kehidupan sang Buddha selama tiga hari.

  • Dharmacakra, peringatan sang Buddha memberikan wejangan pertama.

Untuk upacara keagamaan Buddha, pada dasarnya Sang Buddha tidak pernah mengajarkan cara upacara secara langsung. Sang Buddha hanya mengajarkan Dhamma agar semua makhluk terbebas dari penderitaan dan upacara yang ada pada saat itu hanyalah penahbisan bhikkhu dan samanera.

Adapun upacara yang sering kita lihat saat ini merupakan perkembangan dari kebiasaan yang ada, yaitu upacara Vattha. Upacara ini merupakan upacara yang berkembang dari kebiasaan ketika Buddha masih hidup. Vattha memiliki arti kewajiban yang harus dipenuhi oleh para bhikkhu, seperti merawat Sang Buddha, membersihkan ruangan, mengisi air, dan lainnya. Setelah kewajiban tersebut dipenuhi, mereka semua bersama dengan umat akan duduk dan mendengarkan khotbah Sang Buddha.

Demikianlah penjelasan mengenai hari besar dan upacara keagamaan Buddha. Semoga informasi ini bermanfaat! (CHL)