Konten dari Pengguna

Mengenal HB Jassin dan Kedudukannya di Dalam Kesusastraan Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

  Ilustrasi Siapakah HB Jassin dan Bagaimana Kedudukannya di Dalam Kesusastraan Indonesia. Sumber: Unsplash/Mr Cup / Fabien Barral
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Siapakah HB Jassin dan Bagaimana Kedudukannya di Dalam Kesusastraan Indonesia. Sumber: Unsplash/Mr Cup / Fabien Barral

Siapakah HB Jassin dan bagaimana kedudukannya di dalam kesusastraan Indonesia? Kehadirannya sangat penting bagi perkembangan pendidikan Bahasa Indonesia di lingkungan siswa dan perguruan tinggi.

Dalam sepanjang hidupnya, HB Jassin telah menciptakan beberapa karya serta referensi yang unik dan signifikan dalam dunia kritik dan pendokumentasian sastra. Lantas, siapa sosok HB Jassin ini?

Siapakah HB Jassin dan Bagaimana Kedudukannya di Dalam Kesusastraan Indonesia? ini Jawabannya

Ilustrasi Siapakah HB Jassin dan Bagaimana Kedudukannya di Dalam Kesusastraan Indonesia. Sumber: Unsplash/Roman Kraft

Siapakah HB Jassin dan bagaimana kedudukannya di dalam kesusastraan Indonesia? Hans Bague Jassin, atau biasa dipanggil HB Jassin, seringkali diidentikkan dengan pendokumentasian sastra Indonesia dan telah mencurahkan sepenuh hati dalam aktivitas dokumentasinya.

Itulah alasan mengapa seseorang yang ingin mencari informasi mengenai sastra Indonesia tidak bisa terpisah dari hasil dokumentasi yang telah disusun oleh HB Jassin.

Jassin berasal dari keluarga Muslim yang religius. Ayahnya, Bague Mantu Jassin, merupakan pegawai BPM (Bataafsche Petroleum Maatschappij), yang pernah bertugas di Balikpapan, sehingga kota itu menyimpan kenangan manis baginya. Ibunta, Habiba Jau, sangat menyayanginya.

Di kota Medan, Jassin banyak bergaul dengan seniman dan calon seniman, termasuk Chairil Anwar. Saat dalam perjalanan pulang ke Gorontalo pada tahun 1939, Jassin berhenti di Jakarta untuk menemui Sutan Takdir Alisjahbana.

Menurut informasi dari ensiklopedia.kemdikbud.go.id, HB Jassin menempuh pendidikan di Fakultas Sastra Universitas Indonesia, lulus pada tahun 1957, menerima gelar Dr. Honoris Causa dari UI (1957), dan melanjutkan studinya di Universitas Yale, Amerika Serikat (1958-1959).

Jassin memulai kariernya sebagai penulis cerita pendek dan puisi, tetapi kemudian beralih ke bidang resensi dan dokumentasi. Selama masa penjajahan Jepang, Jassin menerbitkan sejumlah karya, baik puisi maupun cerpen, di surat kabar Asia Raja yang didukung oleh Jepang.

Pada tahun 1953, Jassin mendaftar di program studi sastra di Universitas Indonesia (UI) dan juga menjabat sebagai dosen untuk mata kuliah yang berkaitan dengan sastra Indonesia modern.

Setelah meraih gelar pada tahun 1957, Jassin menghabiskan dua tahun di Yale, Amerika Serikat, untuk mempelajari sastra komparatif. Setibanya di Jakarta, Jassin melanjutkan karier sebagai dosen di UI.

Baca juga: Siapa Saja Tokoh yang Terlibat dalam Penyusunan Naskah Proklamasi? Ini Daftarnya

Setelah membaca ulasan di atas, maka tidak penasaran lagi siapakah HB Jassin dan bagaimana kedudukannya di dalam kesusastraan Indonesia. HB Jassin merupakan sosok yang pantas dikenang oleh generasi muda Indonesia. (Adm)