Konten dari Pengguna

Mengenal Hewan yang Suhu Tubuhnya Tidak Dipengaruhi oleh Suhu Lingkungannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi hewan yang suhu tubuhnya tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungannya. Sumber: www.unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hewan yang suhu tubuhnya tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungannya. Sumber: www.unsplash.com.

Hewan yang suhu tubuhnya tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungannya disebut homoiterm atau hewan berdarah panas. Hewan-hewan berdarah panas mampu hidup dalam berbagai variasi lingkungan yang berbeda.

Definisi homoiterm yang ada pada laman Food and Agricalture Organization di www.agrovoc.fao.org adalah hewan yang secara efektif mengatur suhu tubuhnya ke satu rangkaian titik termal tertentu meskipun variasi yang lebih besar pada suhu lingkungan lebih merujuk ke homeotherm.

Homoiterm: Hewan yang Suhu Tubuhnya Tidak Dipengaruhi oleh Suhu Lingkungannya

Hewan berdarah panas memiliki reseptor dalam otaknya sehingga mampu mengatur suhu yang sesuai dengan lingkungan yang sedang ditinggali. Cara hewan mengatur suhu tubuhnya menggunakan pengatur suhu seperti ini disebut termoregulasi. Sedangkan bagian tubuh yang digunakan disebut termoregulator.

Meski hewan berdarah panas atau homoiterm mampu hidup di lingkungan yang berbeda-beda suhu, tapi hewan-hewan tersebut memiliki suhu ternyaman masing-masing. Contohnya sapi di daerah tropis paling nyaman berada di lingkungan dengan suhu 10-27⁰C.

Variasi suhu tubuh hewan yang normal dipengaruhi oleh:

  • Umur

  • Jenis Kelamin

  • Lingkungan

  • Panjang waktu siang dan malam

  • Makanan

  • Faktor jenuh pencernaan air.

Baca juga: Mengenal Mamalia, Hewan Berdarah Panas yang Menyusui Anaknya

Cara Hewan Menyesuaikan Suhu Tubuh dengan Suhu Lingkungan

Ilustrasi hewan yang suhu tubuhnya tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungannya. Sumber: www.unsplash.com.

Dikutip dari materi Anatomi dan Fisiologi Hewan dari Esa Unggul, mekanisme perubahan panas yang mempengaruhi suhu tubuh hewan antara lain:

  • Konduksi, yaitu perubahan panas tubuh hewan karena kontak dengan suatu benda.

  • Konveksi , yitu transfer panas akibat gerakan udara atau cairan melalui permukaan tubuh.

  • Radiasi, yaitu emisi dari energi electromagnet yang mentransfer panas antar obyek yang tidak kontak langsung.

  • Evaporasi, yaitu proses kehilangan panas dari permukaan cairan yang ditranformasikan dalam bentuk gas.

Contoh hewan homoiterm, yaitu:

  • Burung

  • Mamalia

Beberapa cara hewan mempertahankan suhu tubuh adalah:

  • Berkeringat untuk menyejukkan badan.

  • Gemetar untuk menghangatkan otot-otot.

  • Memiliki lapisan lemak. Ini ada di semua mamalia besar.

  • Memiliki bulu atau rambut sebagai isolator.

  • Berjemur. Ini sering dilakukan hewan di pagi hari.

  • Bermigrasi untuk mendapatkan suhu yang lebih bisa diantisipasi. Ini sering dilakukan oleh populasi burung.

  • Mandi. Ini dilakukan oleh gajah.

Pengetahuan tentang hewan yang suhu tubuhnya tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungannya disebut homoiterm ini penting bagi para peternak. Selain untuk mencari binatang yang bisa hidup di lingkungan peternak tersebut, juga untuk memilih hewan yang suhu tubuh ternyamannya sesuai agar produktivitasnya maksimal. (LUS)