Konten dari Pengguna

Mengenal Isi dan Arti Yesaya 1 sebagai Pembuka Kitab

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pixabay.com - Yesaya 1
zoom-in-whitePerbesar
Pixabay.com - Yesaya 1

Yesaya 1 merupakan pasal pertama Kitab Yesaya dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Kitab Yesaya berisi firman Allah yang disampaikan oleh Nabi Yesaya bin Amos mengenai Yehuda dan Yerusalem. Konon, Nabi Yesaya hidup pada 4 zaman raja yaitu, Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia dari Kerajaan Yehuda sekitar abad ke-8 SM.

Melansir dari buku Tafsir Alkitab Kitab Yesaya Pasal 1-39, dijelaskan bahwa sebagai pasal pembuka, maka Yesaya 1 masuk ke dalam kategori bagian pertama dari Kitab Yesaya yang biasa disebut dengan Proto-Yesaya. Bagian ini terdiri dari pasal 1 sampai dengan pasal 39.

Isi dan Arti Yesaya 1

Yesaya 1 terdiri dari 31 ayat yang diawali dengan perkenalan diri Nabi Yesaya dan isi kitab secara keseluruhan pada ayat 1. Namun kali ini kita akan melihat ayat 1-9 yang menceritakan hal yang dilihat oleh Nabi Yesaya.

Yesaya 1:1-9

  1. Penglihatan yang telah dilihat Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem dalam zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda.

  2. Dengarlah, hai langit, dan perhatikanlah, hai bumi, sebab TUHAN berfirman: "Aku membesarkan anak-anak dan mengasuhnya, tetapi mereka memberontak terhadap Aku.

  3. Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya."

  4. Celakalah bangsa yang berdosa, kaum yang sarat dengan kesalahan, keturunan yang jahat-jahat, anak-anak yang berlaku buruk! Mereka meninggalkan TUHAN, menista Yang Mahakudus, Allah Israel, dan berpaling membelakangi Dia.

  5. Di mana kamu mau dipukul lagi, kamu yang bertambah murtad? Seluruh kepala sakit dan seluruh hati lemah lesu.

  6. Dari telapak kaki sampai kepala tidak ada yang sehat: bengkak dan bilur dan luka baru, tidak dipijit dan tidak dibalut dan tidak ditaruh minyak.

  7. Negerimu menjadi sunyi sepi, kota-kotamu habis terbakar; di depan matamu orang-orang asing memakan hasil dari tanahmu. Sunyi sepi negeri itu seolah-olah ditunggangbalikkan orang asing.

  8. Puteri Sion tertinggal sendirian seperti pondok di kebun anggur, seperti gubuk di kebun mentimun dan seperti kota yang terkepung.

  9. Seandainya TUHAN semesta alam tidak meninggalkan pada kita sedikit orang yang terlepas, kita sudah menjadi seperti Sodom, dan sama seperti Gomora.

Arti dan makna yang bisa kita simpulkan dari Yesaya 1 ayat 1-9 adalah sebagai berikut:

Pertama, pada dasarnya pengenalan umat terhadap Tuhan ternyata lebih parah daripada binatang. Lembu mengenal pemiliknya, keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi Israel tidak mengenal Tuannya. Tidak mengenal Tuhan berarti tidak taat. Umat yang berdosa sarat dengan kesalahan. Mereka itu keturunan yang jahat, menista Tuhan, dan membelakangi-Nya.

Kedua, umat yang sudah dipukul sampai tidak ada bagian yang belum kena pukul, namun teryata masih tetap tidak bertobat sampai Tuhan bertanya, "Di mana kamu mau dipukul lagi?".

Ketiga, negeri mereka menjadi sunyi, putri Sion menjadi seperti pondok di kebun anggur, seperti gubuk di kebun mentimun dan kota yang terkepung. Jika bukan karena belas kasihan Tuhan, mereka sudah menjadi seperti Sodom dan Gomora.

Dari isi dan arti Yesaya 1 yang kita ketahui ini, maka kita akan memahami bahwa Nabi Yesaya mendorong rakyat serta para pemimpin mereka untuk hidup menurut kehendak Tuhan dan berlaku adil. Ia mengingatkan rakyat bahwa umat Tuhan akan celaka dan binasa bila tidak mau mendengarkan Tuhan. Yesaya juga meramalkan perdamaian dunia dan kedatangan seorang keturunan Daud yang akan menjadi raja yang diidam-idamkan. (DNR)