Konten dari Pengguna

Mengenal Isi dari Surat Al Bayyinah Ayat 5

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membaca dan memahami isi Al-Qur;an adalah suatu kewajiban. https://www.freepik.com/
zoom-in-whitePerbesar
Membaca dan memahami isi Al-Qur;an adalah suatu kewajiban. https://www.freepik.com/

Dikutip dari buku yang berjudul Al-Qur’an The Ultimate Truth karangan Syaikh Abdullah M. Al-Ruhaili (2008: 13) diuraikan tentang Alquran adalah Kitab Allah sebagai sumber rujukan utama ajaran Islam. Di dalamnya terkandung semua aturan yang berhubungan dengan manusia, kebijakan, aqidah, ibadah, jual-beli, hukum dan lain sebagainya. Sebagai rujukan dalam beribadah, Al-Quran memberikan pengetahuan tentang beribadah. Salah satunya terdapat pada surat Al Bayyinah ayat kelima.

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

wamaa umiruu illaa liya’budullooha mukhlishiina lahud diina khulafaa-a wayuqiimus sholaata wayu’tuz zakaata wadzaalika diinul qoyyimah

Artinya:

Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).

Al-Qur'an berisikan pedoman hidup semua umat manusia. https://www.freepik.com/

Mengenal Isi dari Surat Al Bayyinah Ayat 5

Ayat kelima surat Al Bayyinah menjelaskan bahwa sesungguhnya agama-agama dari Allah itu pada hakikatnya adalah satu. Dan inilah kaidahnya; tauhid dan ibadah.

“Agama itu pada asalnya satu dan kaidah-kaidahnya sederhana dan jelas. Kaidah-kaidahnya tidak menyeru kepada perpecahan dan perselisihan mengenai akidah dan tabiatnya yang lapang dan mudah itu,” tulis Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an.

Di dalam kitab-kitab Taurat dan Injil dilarang menyembah kecuali hanya kepada Allah kecuali supaya. Pada asalnya adalah An Ya'budullaaha, lalu huruf An dibuang dan ditambahkan huruf Lam sehingga jadilah Liya'budullaaha (dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam beragama) artinya membersihkannya dari kemusyrikan (dengan lurus) maksudnya berpegang teguh pada agama Nabi Muhammad bila telah datang nanti.

Makna yang terkandung adalah tidak diperintahakan lagi menjalankan kitab-kitab dan seruan rasul mereka sebelum Al-Quran ada dan diperintahkan untuk menjalankan segala yang diperintahkan Allah melalui Al-Qur’an dan juga mengikuti ajaran dari Nabi Muhammad.

Semakin bayak memahami isi Al-Qur'an Semankin mengerti kuasa Allah. https://www.freepik.com/

Maka mengapa sewaktu ia datang mereka menjadi jadi ingkar kepadanya. Maksud dari kata-kata tersebut adalah mendirikan dan melaksanakan ibadah shalat pada waktunya dengan memperhatikan tata cara, syarat dan rukunnya dan juga mengeluarkan zakat dari harta-harta yang dimiliki untuk para fakir dan miskin.

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup seluruh umat manusia. Menjalankan segala seruan Al-Qur’an adalah suatu kewajiban. Karenanya, menyembah hanya kepada Allah semata dan juga selalu berzakat untuk membantu fakir dan miskin.

(MZM)