Konten dari Pengguna

Mengenal Istilah Ketindihan Menurut Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak yang ketindihan saat tidur. Sumber: https://www.freepik.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak yang ketindihan saat tidur. Sumber: https://www.freepik.com/

Setelah melaksanakan aktivitas selama satu hari, malam adalah waktu mengistirahatkan tubuh dengan cara tidur. Namun terkadang saat tidur mengalami kondisi sulit gerak dan bernafas. Kondisi tersebut dinamakan ketindihan.

Mengenal Istilah Ketindihan Menurut Islam

Ketindihan atau menurut medis disebut sleep paralysis yaitu kondisi di mana ketika tidur secara tidak sadar tubuh mengalami keadaan sulit bergerak, bernafas, dan berbicara. Bahkan sampai melihat bayangan hitam di depannya. Sehingga ketindihan sering kali dikaitkan dengan ditindihi makhluk gaib.

Mengutip buku berjudul The Art of Medicine karya dr. Dito Anurogo (2016: 360) ketindihan dalam sisi medis adalah kondisi tidak mampu menggerakkan tubuh dan anggota bandan saat tidur disebabkan kelumpuhan otot rangka sebagian atau seluruhnya yang berhubungan dengan halusinasi. Tindihan mempresentasikan kondisi lebih kompleks yang mencakup kondisi pikiran yang terdisolasi bersamaan dengan komponen motorik. Sehingga terdapat bayangan hitam di depan.

Dalam agama Islam, ketindihan berhubungan dengan mimpi seseorang. Mimpi dapat mempengaruhi keadaan tubuh, sehingga tubuh dapat bereaksi seperti mengigau sampai ketindihan. Sebagaimana dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,

Mimpi itu ada tiga macam: (1) Mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah. (2) mimpi yang menakutkan atau menyedihkan, datangnya dari syetan. (3) dan mimpi yang timbul karena ilusi angan-angan, atau khayal seseorang. Karena itu, jika kamu bermimpi yang tidak kamu senangi, bangunlah, kemudian Shalatlah, dan jangan menceritakannya kepada orang lain." (HR. Muslim no. 4200)

Sehingga mimpi terjadi karena tiga sebab:

  1. Mimpi yang baik dari Allah SWT.

  2. Mimpi yang buruk dari setan.

  3. Mimpi “bunga tidur” yaitu mimpi karena terbawa pikiran atau terkejut dengan suatu peristiwa atau ada sesutau yang terus menerus sedang dipikirkan.

Ilustrasi aka terkena tindihan. Sumber: https://www.freepik.com/

Apabila saat tidur sudah mengalami ketindihan, maka hal yang perlakukan diantaranya:

  1. Jangan panik. Ketika panik maka akan semakin sulit berrnafas dan bergerak. Sebisa mungkin menarik nafas sepanjang yang bisa.

  2. Ketika ketindihan, biasanya terdapat bagian tubuh yang bisa digerakan, yaitu jempol kaki. Gerakan jempol kaki secara perlahan sampai seluruh tubuh bisa digerakan.

  3. Sebisa mungkin untuk tidak tidur terlentang dan juga tidur dalam keadaan terlalu lelah. Sebab keadaan tersebut persentasi dari terjadinya ketindihan semakin tinggi.

  4. Membaca doa

عُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A’ûdzu bikalimâtillâhit tâmmâti min syarri ma khalaqa

Artinya, “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan yang ada pada makhluk-Nya.” (HR Muslim no. 2708)

Itulah penjelasan tentang ketindihan dalam Islam. Semoga informasi di atas bermanfaat. (MZM)