Konten dari Pengguna

Mengenal Istilah Oogenesis dalam Sistem Reproduksi Wanita dan Tahapannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernyataan yang benar mengenai oogenesis. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Pernyataan yang benar mengenai oogenesis. Sumber: pexels.com

Oogenesis adalah salah satu bagian penting dalam sistem reproduksi wanita karena berkaitan dengan proses pembentukan sel telur. Adapun pernyataan yang benar mengenai oogenesis adalah dimulai sejak wanita berada dalam kandungan dan berhenti sementara ketika wanita dilahirkan.

Dalam ilmu sains, sel telur pada organ reproduksi wanita diperlukan agar proses pembuahan bisa berhasil dan memungkinkan terjadinya kehamilan. Lantas, sebenarnya bagaimana proses atau tahapan oogenesis tersebut?

Tahapan Oogenesis dalam Sistem Reproduksi Wanita

Pernyataan yang benar mengenai oogenesis. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Modul Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Edisi Pembelajaran Jarak Jauh pada Masa Pandemi Covid-19 untuk SMP Kelas IX, Mafrur Udhif Nofaizzi dan Tenia Kurniawati (2020:19), pernyataan yang benar mengenai oogenesis adalah dimulai sejak wanita berada dalam kandungan dan berhenti sementara ketika wanita dilahirkan.

Setelah itu, proses oogenesis ini akan berlanjut ketika wanita sudah memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi. Jadi, sejak di dalam kandungan, janin perempuan telah mengalami proses oogenesis.

Berikut adalah penjelasan tentang tahapan oogenesis pada sistem reproduksi wanita.

1. Perkembangan dalam Kandungan

Pada usia janin memasuki bulan ketiga, semua oogonia yang bersifat diploid sudah selesai dibentuk dan siap memasuki tahap pembelahan. Pada masa ini, nantinya semua oosit primer akan membelah secara meiosis. Namun, hanya sampai pada fase profase.

Bagi yang belum tahu, oosit adalah sel telur yang belum matang dan nantinya bisa berkembang sekaligus matang pada lapisan luar ovarium. Oogenesis ini terjadi saat janin berusia 5 bulan, yakni ketika oogonium melakukan pembelahan dan menghasilkan sekitar 1-2 juta oogonium hingga bayi lahir.

Nantinya, oogonium tersebut akan mengalami kematian setiap harinya sampai masa pubertas.

2. Perkembangan saat Pubertas

Perkembangan ovum di ovarium akan kembali terjadi saat wanita memasuki masa pubertas. Jadi, oosit akan melanjutkan pembelahan meiosis I. Hasilnya pembelahan tersebut berupa dua sel haploid, di mana satu sel yang besar disebut oosit sekunder dan satu sel berukuran lebih kecil disebut badan kutub primer.

Setelah itu, oosit sekunder dan badan kutub primer akan mengalami pembelahan meiosis II. Pada masa itu, oosit sekunder akan membelah menjadi dua sel, yakni satu sel berukuran normal atau ootid dan satu lagi berukuran lebih kecil atau badan polar sekunder.

Kemudian ootid mengalami perkembangan lebih lanjut menjadi ovum matang. Berbeda dengan badan kutub yang mengalami degenerasi atau hancur.

Baca Juga: Mengenal Fungsi Organ Reproduksi Wanita

Dari penjelasan di atas, tentu sudah jelas bahwa pernyataan yang benar mengenai oogenesis adalah dimulai sejak wanita berada dalam kandungan dan berhenti sementara ketika wanita dilahirkan. Semoga bermanfaat. (Anne)