Mengenal Kandungan Lapisan Sima pada Kulit Bumi

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kandungan lapisan sima adalah silisium dan magnesium, yang terdapat pada kulit bumi. Kulit bumi terdiri dari kerak dan selubung setebal 50 – 100 km. Pada bagian bawah kerak bumi itulah lapisan sima berada.
Mengenal lapisan bumi itu sangat menarik karena ternyata bagian dalam bumi berlapis-lapis. Tiap lapisan bumi mengandung materi dan ketebalan yang berbeda. Contohnya lapisan sima berikut ini.
Baca juga: Penyebab Terjadinya Lipatan pada Litosfer Bumi
Silisium dan Magnesium: Kandungan Lapisan Sima pada Kulit Bumi
Kulit bumi atau litosfer adalah lapisan terluar bumi tempat manusia berpijak. Litosfer ini berupa lapisan tanah dan bebatuan yang bisa bergeser dan mengakibatkan bencana. Bentuk bebatuan di lapisan litosfer bukan seperti batu pada umumnya, melainkan berbentuk lempeng.
Dalam buku Geografi untuk Kelas X (2007) yang ditulis oleh Yusman Hestiyanto menyebutkan bahwa bagian yang keras dari kulit bumi disebut kerak. Ada 2 penyusun lapisan kerak, yaitu:
Lapisan sima atau silisium magnesium, yang merupakan lapisan di bawah kerak bumi.
Lapisan sial atau silisium aluminium, yang merupakan lapisan di atas kerak bumi.
Silisium magnesium disusun dari senyawa silisium (SiO2) dan magnesium (MgO).Lapisan sima memiliki berat jenis yang lebih besar daripada lapian sial.
Lapisan sima bersifat basaltis karena lapisan penyusunnya merupakan materi yang bersifat basalt atau basa. Tebal lapisan ini bisa mencapai 50km.
Lapisan sima terbentuk dari magma yang berada di bawah kerak bumi. Magma yang berupa batuan cair pijar bersuhu tinggi tersebut mengalami siklus perubahan dari magma, batuan beku, sedimen, malihan (metamorf), lalu kembali menjadi magma.
Manfaat Kandungan Lapisan Sima pada Bagian Bawah Kerak Bumi
Siklus bebatuan yang terjadi di bagian bawah kerak bumi atau lapisan sima ternyata menghasilkan banyak manfaat bagi manusia, antara lain:
Batuan beku bagus digunakan untuk hiasan interior dan eksterior rumah, antara lain diorit, granit, batu apung dan sebagainya. Sebagai contoh diorit yang bertekstur keras dan berwarna gelap sering digunakan untuk lantai atau trotoar.
Batuan sedimen, antara lain dolomit, batu pasir dan batu kapur. Sebagai contoh dolomit memiliki unsur hara tinggi bisa menjadi pupuk.
Batuan malihan banyak digunakan untuk hiasan atau karya seni. Bentuknya antara lain batu marmer, andesit dan kuarsit.
Kandungan lapisan sima adalah bagian dari kulit bumi. Namun kulit bumi yang bersifat fleksibel menimbulkan dua sisi yang bertolak belakang. Di satu sisi bisa menimbulkan bencana jika bergerak, di sisi lain menyimpan banyak manfaat. (LUS)
