Mengenal Kelompok Mahasiswa Pegiat Antikorupsi Sebagai Watch-Dog di Kampus

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kelompok mahasiswa pegiat antikorupsi yang berfungsi sebagai watch-dog di kampus efektif jika dilihat dari peran yang dijalankan. Kelompok ini kerap hadir sebagai suara kritis terhadap berbagai kebijakan.
Kehadiran kelompok ini tidak hanya menyoroti isu korupsi, namun, juga mendorong transparansi dan akuntabilitas di lingkungan akademik. Fenomena ini menarik perhatian karena memperlihatkan generasi muda bisa menjaga integritas institusi pendidikan.
Peran Kelompok Mahasiswa Pegiat Antikorupsi yang Berfungsi sebagai Watch-dog di Kampus Efektif
Dikutip dari buku Budaya Antikorupsi Menurut Perspektif Mahasiswa, Dyah Ayu dkk (2021), gerakan anti korupsi adalah suatu gerakan jangka panjang yang harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait. Mulai dari pemerintah, swasta, dan masyarakat.
Dalam hal inilah, peran mahasiswa sebagai salah satu bagian penting dari masyarakat sangat diharapkan. Pada dasarnya, korupsi dapat terjadi karena munculnya tiga faktor utama, yaitu niat, kesempatan dan kewenangan.
Oleh karena itu, upaya memerangi korupsi pada dasarnya merupakan upaya untuk menghilangkan atau setidaknya meminimalkan ketiga faktor tesebut.
Niat merupakan unsur setiap tindak pidana yang lebih terkait dengan individu manusia. Sedangkan kesempatan, lebih terkait dengan sistem yang ada. Sementara kewenangan yang dimiliki seseorang akan secara langsung memperkuat kesempatan yang ada.
Melalui gerakan antikorupsi, perilaku individu dan sistem akan diperbaiki serta dicegah dari tindakan koruptif. Kelompok mahasiswa pegiat antikorupsi yang berfungsi sebagai watch-dog di kampus efektif, jika menjalankan perannya dengan baik.
Berikut beberapa peran mahasiswa dalam mendukung antikorupsi yang bertindak sebagai watch-dog atau pengingat.
1. Edukasi dan Kampanye
Mahasiswa dapat berperan dalam edukasi dan kampanye yang merupakan salah satu strategi pemberantasan korupsi yang sifatnya represif. Program ini dapat membangun perilaku dan budaya antikorupsi antar sesama mahasiswa atau pada jenjang yang lebih rendak seperi SMP atau SMA.
2. Mengamati dan Mengikuti Kasus Korupsi dan Proses Penyeidikannya
Mahasiswa dapat mengamati dan mengikuti berbagai kasus korupsi dan proses penyidikan. Selain itu, mahasiswa juga bisa mengawasi dinamika kerja pemerintah dan peran masyarakat dalam gerakan memberantas korupsi.
3. Upaya Pencegahan Korupsi dalam Bidang Seni
Mahasiswa juga bisa berperan aktif dalam upaya pencegahan korupsi dalam bidang seni, seperti menyanyi, membuat lagu antikorupsi, membuat cerita pendek, poster-poster korupsi, antrikorupsi, serta film-film pendek kampanye antikorupsi.
Pemuda khususnya mahasiswa adalah aset paling menentukan kondisi zaman tersebut di masa depan. Mahasiswa adalah salah satu bagian gerakan pemuda yangmenjadi bagian kekuatan perubahan.
Baca juga: Apa Itu Dana Abadi UI, Wujud Komitmen Pendidikan Teknik Berkelanjutan
Kelompok mahasiswa pegiat antikorupsi yang berfungsi sebagai watch-dog di kampus efektif, jika fokus pada kerja-kerja kerakyatan. Jika dijalankan dengan konsisten, upaya ini dapat menjadi fondasi penting bagi lahirnya lingkungan pendidikan yang bersih dan berintegritas. (Gin)
