Konten dari Pengguna

Mengenal Kerapatan Zat dalam Pelajaran IPA

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kerapatan Zat, Foto: Unsplash/Mlenny.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kerapatan Zat, Foto: Unsplash/Mlenny.

Dalam pelajaran IPA kelas 7 SMP khususnya Fisika, ada materi mengenai kerapatan suatu zat. Kerapatan zat merupakan kondisi partikel-partikel dalam hal kerapatan suatu materi atau dikenal juga sebagai massa jenis.

Massa jenis adalah pengukuran massa setiap volume benda. Jika semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka makin besar juga massa tiap volumenya. Meski emas dan es sama-sama benda padat, tetapi memiliki kerapatan partikel yang berbeda.

Kerapatan Zat dalam Pelajaran IPA

Ilustrasi Kerapatan Zat, Foto: Unsplash/Christopher Heil.

Massa jenis tiap materi benda berbeda-beda yang bisa menjadi penanda khusus suatu zat. Dikutip dari buku Jago Fisika SMP karya Esvandiari (2007: 40), kerapatan zat atau massa jenis didefinisikan sebagai massa persatuan volume.

Massa jenis dilambangkan dengan p (dibaca ‘rho’ dari Bahasa Yunani), m adalah massa dan V adalah volume. Satuan dari massa jenis dapat dinyatakan dalam kg/m3 atau g/cm3 .

Bila massa jenis diberi simbol ρ, volume dengan simbol V dan massa dengan simbol m, maka massa jenis dapat ditulis dengan persamaan:

ρ = massa/Volume

atau

ρ = m/V

dengan:

ρ = massa jenis (kg/m3)

m = massa suatu zat (kg)

V = volume zat (m3)

Dalam menentukan massa jenis di laboratorium, massa benda diperoleh dengan menggunakan timbangan, volume dihitung secara Matematika dengan menggunakan rumus volume.

Jika benda-benda tidak beraturan maka volume dapat diukur dengan menggunakan konsep massa jenis yang ditemukan Archimedes. Volume benda dapat diukur dengan menggunakan gelas berpancur atau langsung dengan menggunakan gelas ukur.

Apabila menggunakan gelas berpancur, maka volume air yang keluar setelah benda dimasukkan ditampung dalam gelas ukur sehingga dapat diukur volume secara langsung.

Adapun bila menggunakan gelas ukur, maka volume benda dapat diperoleh dengan mengurangkan volume air dan benda terhadap volume air (tanpa benda).

Benda yang memiliki massa jenis kurang dari massa jenis cairan disekelilingnya akan mengapung, sebaliknya apabila benda tersebut massa jenisnya lebih tinggi dari mediumnya, maka benda akan tenggelam.

Massa jenis benda > massa jenis cairan = benda tenggelam

Massa jenis benda = massa jenis cairan = benda mengapung

Massa jenis benda < massa jenis cairan = benda mengapung

Baca Juga: 3 Contoh Soal Dinamika Partikel dalam Fisika beserta Jawaban

Jadi dapat disimpulkan bahwa kerapatan zat sama dengan massa jenis suatu benda. Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. (Umi)