Mengenal Kitab Taqrib beserta Nama Lainnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kitab Taqrib dikenal sebagai salah satu kitab yang dikaji dalam berbagai pondok pesantren yang ada di Indonesia. Kitab ini penting untuk dibahas untuk kemudian dipahami secara umum bagi siswa atau santri pondok pesantren.
Di dalam kitab ini memuat ajaran-ajaran Islam yang perlu diterapkan dalam keseharian. Oleh sebab itu, umat muslim perlu mempelajarinya.
Mengenal Kitab Taqrib beserta Nama Lainnya yang Perlu Diketahui Umat Muslim
Dalam islam, umat muslim diperintahkan untuk belajar syariat agama Islam. Ada berbagai macam kitab yang dapat digunakan sebagai panduan dalam mempelajari Islam, salah satunya adalah Kitab Taqrib. Kitab ini biasanya dipelajari santri yang menimba ilmunya di pondok pesantren.
Mengutip dari dalam buku berjudul Air Mata Santri di Negeri Pesantren, Nisa'atun Nafisah (2021: 138), Kitab Taqrib dikenal dengan istilah atau nama lain Kitab At-Taqrib Fiqh atau Matan Taqrib atau Ghâyatul Ikhtishâr. Kitab ini adalah kitab hasil turunan dari Al-Quran dan hadist setelah melalui berbagai paduan dalam ushul fiqih.
Kitab Taqrib yang dikarang oleh al-Qodhi Abu syuja’ Ahmad bin Husain bin Ahmad al-Ashfahaniy merupakan kitab yang digunakan sebagai rujukan dasar dalam mempelajari ilmu fiqih.
Dikutip dari dalam buku berjudul Sifat Wudu dan Shalat Nabi ala Mazhab Syafi`i, Sulthan Adam, SQ. (2019: 155), Kitab Taqrib merupakan pegangan mendasar di dalam belajar fiqih khususnya di kalangan pegangan mendasar dalam mempelajari fiqih.
Tak hanya itu, Kitab Taqrib juga dipelajari kalangan santri pesantren maupun dalam majelis taklim. Dalam kitab ini terdapat banyak sekali syarah atau penjelasan yang ditulis oleh para ulama. Contohnya seperti bahasan tentang hukum Islam atau fiqih yang meliputi ibadah, muamalah, munakahat dan juga jinayat, yang dikemas dengan sederhana.
Kitab ini disebut sudah banyak digunakan di berbagai negara. Hal ini ditunjukkan dengan kitab ini sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Prancis pada tahun 1895 dan diterjemahkan ke bahasa Jerman pada tahun 1987.
Kitab ini disusun dengan bahasa yang mudah untuk dimengerti dan terbilang sangat ringkas. Tak heran jika kitab ini banyak dijadikan sebagai panduan bagi belajar santri bahkan dalam tingkat pemula.
Baca juga: 3 Cara Beriman kepada Kitab-Kitab Allah Swt. bagi Umat Muslim
Penjelasan mengenai Kitab Taqrib yang dibahas dalam artikel ini dapat menambah wawasan yang bermanfaat bagi umat muslim secara umum. (DAP)
