Mengenal Klasifikasi Iklim Matahari

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Iklim yang ada di setiap wilayah berbeda dengan wilayah lainnya di muka Bumi. Misalnya saja Indonesia beriklim tropis, berbeda dengan Nepal yang beriklim subtropis. Iklim tropis dan subtropis adalah bagian dari iklim matahari. Iklim matahari adalah iklim berdasarkan jumlah sinar matahari yang diterima di suatu wilayah.
Selain iklim tropis dan subtropis, masih ada pembagian iklim matahari lainnya. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Baca juga: 6 Unsur-unsur Iklim, Ada Sinar Matahari hingga Awan
Pengertian Iklim Matahari dan Klasifikasinya
Sebelum membahas iklim matahari lebih jauh, pertama kalian harus memahami iklim. Apa itu iklim?
Hartono dalam buku Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta (2007:90) menjelaskan bahwa iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu minimal 30 tahun dan meliputi wilayah yang luas.
Matahari merupakan salah satu kendali iklim yang sangat penting dan juga merupakan sumber energi di bumi yang menyebabkan gerak udara dan arus laut. Iklim dibagi menjadi iklim matahari dan iklim fisis berdasarkan letak garis lintang dan ketinggiannya di muka bumi. Yang dibahas pada artikel ini adalah iklim matahari.
Dikutip dari buku IPS SMP Kelas VIII yang disusun oleh Suenti, dkk (2022:1-2), dijelaskan bahwa iklim matahari adalah iklim yang didasarkan pada banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Iklim matahari dibagi lagi menjadi iklim tropis, subtropis, sedang, dan dingin. Berikut ini penjelasannya:
1. Iklim Tropis
Iklim ini terletak di antara 0° - 231/2° LU/LS dan ada di hampir 40% wilayah permukaan bumi. Ciri-ciri iklim tropis adalah:
Suhu udara yang rata-rata tinggi yang disebabkan posisi yang selalu vertikal. Biasanya suhu udara berkisar antara 20-23° C dan di beberapa tempat rata-rata suhu udara tahunannya mencapai 30°C.
Amplitudo suhu rata-rata tahunan kecil.
Tekanan udara pada iklim tropis rendah dan perubahannya terjadi secara perlahan dan beraturan.
Curah hujan lebih tinggi dibanding wilayah lain di bumi.
2. Iklim Subtropis
Iklim subtropis terletak di antara 231/2° - 40° LU/LS dan merupakan peralihan antara iklim tropis dan sedang. Iklim ini memiliki ciri sebagai berikut:
Karena merupakan wilayah peralihan dari iklim tropis dan sedang, jadi batas tegasnya tidak bisa ditentukan.
Iklim ini memiliki 4 musim yaitu musim panas, gugur, dingin, dan semi.
Suhu sepanjang tahun tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas.
3. Iklim Sedang
Iklim ini terletak di antara 40° - 661/2° LU/LS. Ciri iklim sedang adalah:
Terjadi banyak gerakan udara siklonal, tekanan udara dan arah angin sering berubah, dan badai sering terjadi secara tiba-tiba.
Amplitudo suhu tahunan lebih besar dan amplitudo suhu harian lebih kecil dibandingkan iklim tropis.
4. Iklim Dingin (Kutub)
Iklim ini ada di daerah Kutub. Iklim ini dibagi lagi menjadi iklim tundra dan iklim es. Berikut ini ciri iklim tundra:
Musim dingin yang lama.
Sebaliknya, musim panas berlangsung secara singkat.
Udara yang kering.
Sepanjang tahun tanahnya beku.
Ciri iklim es adalah:
Suhu yang sangat rendah sehingga ada salju abadi.
Jadi, iklim matahari adalah iklim berdasarkan jumlah sinar matahari yang diterima di suatu wilayah dan iklim ini dibagi lagi menjadi empat jenis iklim. Sekian penjelasannya, semoga bermanfaat. (KRIS)
