Konten dari Pengguna

Mengenal Konsep Berpikir Sinkronik dalam Mempelajari Sejarah dan Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengenal Konsep Berpikir Sinkronik dalam Mempelajari Sejarah dan Contohnya. (Foto: Markus Winkler | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengenal Konsep Berpikir Sinkronik dalam Mempelajari Sejarah dan Contohnya. (Foto: Markus Winkler | Unsplash.com)

Konsep berpikir sinkronik dalam mempelajari sejarah artinya berpikir meluas tetapi terbatas dalam waktu. Setiap kehidupan manusia pasti akan merasakan tiga masa yakni masa lampau, masa sekarang, dan masa depan. Masa lampau adalah kejadian yang telah berakhir di masa lalu. Setiap kejadian atau peristiwa pada masa lampau dapat digali dengan cara berpikir yang sinkronik. Dapat dikatakan bahwa cara berpikir sinkronik merupakan metode analisis terhadap kejadian masa laluu yang telah berakhir. Adanya metode ini dapat meruntut setiap aspek kejadian yang terjadi di masa lalu. Sebab, setiap kejadian memiliki hal yang berkaitan. Cara berpikir sinkronik dapat membuat suatu kejadian yang terjadi di masa lalu dianalisis sedemikian rupa hingga melebar. Biasanya cara berpikir sinkronik banyak digunakan dalam ilmu sosial.

Mengenal Konsep Berpikir Sinkronik dalam Mempelajari Sejarah dan Contohnya

Ilustrasi Mengenal Konsep Berpikir Sinkronik dalam Mempelajari Sejarah dan Contohnya. (Foto: Joanna Kosinska | Unsplash.com)

Merujuk buku dengan judul Teaching of History karya Kochhar (2008:2) Burckhardt mengatakan bahwa “Sejarah merupakan catatan tentang suatu masa yang ditemukan dan dipandang bermanfaat oleh generasi dari zaman yang lain.” Untuk menganalisis peristiwa yang sudah terjadi pada masa lalu dapat menggunakan metode berpikir sinkronik. Pada metode sinkronik, analissnya akan hanya berpusat pada satu titik waktu yang sama. Metode pendekatan sinkronik tidak membuat kesimpulan terhadap peristiwa masa lampau, namun hanya melakukan analisis.

Dengan menggunakan pendekatan ini, seseorang dapat melihat keseluruhan aspek yang mempengaruhi atau dipengaruhi oleh suatu peristiwa di masa lampau. Berikut ciri-ciri berpikir sinkronik.

Mengkasi Persistiwa Masa Lampau

Ciri pertama dalam berpikir sinkronik adalah kegiatan untuk emngkaji peristiwa yang sudah terjadi di masa lampau. Tujuannya adalah agar dapat mendalami suatu kejadian pada masa lampau dengan tetap fokus pada wkatu yang sebelumnya telah ditentukan.

Sifat Yang Horizontal

Maksuda dari sifat horizontal adalah meski berpikir sinkronik berfokus pada satu waktu, namun dapay dianalisis secara melebar. Semua aspek pada masa lampau akan dilihat hal-hal yang mempengaruhi dan dipengaruhi atas terjadinya kejadian tersebut.

Kajian Sempit

Berpikir sinkronik dilakukan pada satu kejadian masa lalu yang fokus pada satu waktu. Oleh karena itu, suatu kajian dengan cara berpikir sinkronik menjadi lebih sempit.

Konsep berpikir sinkronik dalam mempelajari sejarah artinya berpikir meluas tetapi terbatas dalam waktu. Contoh sejarah yang dikaji menggunakan berpikir sinkronik adalah kejadian pada tanggal 17 Agustus 1975. Peristiwa kemerdekaan tersebut dianalisis dari mulai tokoh, tempat kejadian, sebab dan akibat dari peristiwa tersebut, dan lain sebagainya. (FAR)