Mengenal Kwartir Nasional dalam Gerakan Pramuka Indonesia

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pramuka adalah kegiatan yang lazim diikuti oleh setiap peserta didik di semua jenjang pendidikan. Tentunya seluk beluk tentang Pramuka sebaiknya diketahui oleh anggotanya. Termasuk pertanyaan, siapa Kak Kwartir Nasional pertama di Indonesia?
Kwartir adalah satuan organisasi pengelola Gerakan Pramuka yang dipimpin secara kolektif dan kolegial oleh pengurus Kwartir yang terdiri atas para andalan.
Siapa Kak Kwartir Nasional Pertama di Indonesia?
Kwartir Nasional (Kwarnas) adalah satuan organisasi pengelola Gerakan Pramuka Nasional. Berdasarkan tingkatan/wilayahnya, Kwarnas berkedudukan di ibu kota Negara (Jakarta). Pengurus Kwarnas diketuai oleh Ketua Kwarnas (disingkat Kakwarnas).
Mengutip buku Panduan Resmi Pramuka, Zuli Agus Firmansyah (2014) susunan pengurus Kwartir Nasional Gerakan Pramuka terdiri atas Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris Jenderal, Bendahara, dan andalan yang dikukuhkan dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional.
Lantas, siapa Kak Kwartir Nasional pertama di Indonesia? Kakwarnas pertama di Indonesia adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang menjabat 14 Agustus 1961 hingga 27 November 1974.
Sedangkan untuk Kakwarnas masa bakti 2023-2028 atau saat ini dijabat oleh Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Budi Waseso, Komisaris Utama Semen Indonesia dan juga mantan Kepala Badan Narkotika Nasional.
Kwartir Nasional memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
Mengelola Gerakan Pramuka di tingkat nasional;
Menetapkan kebijakan pelaksanaan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan melaksanakan Keputusan Musyawarah Nasional;
Menetapkan hal-hal yang belum diatur dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah tangga, dan Keputusan Musyawarah Nasional dalam bentuk Keputusan Kwartir Nasional;
Melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Keputusan Musyawarah Nasional, dan keputusan Kwartir Nasional;
Membina dan membantu kwartir daerah, termasuk pembinaan gugusdepan dan saka;
Mengadakan hubungan dan kerjasama dengan Majelis Pembimbing Nasional;
Mengadakan hubungan dan kerjasama dengan instansi pemerintah, swasta dan organisasi masyarakat tingkat nasional yang sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka, dan melaporkan pelaksanaannya kepada Majelis Pembimbing Nasional;
Menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Kwarnas kepada Musyawarah Nasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
Membuat laporan tahunan termasuk laporan keuangan untuk disampaikan kepada Majelis Pembimbing Nasional dan Rapat Kerja Nasional;
Mengadakan kerjasama dengan badan/organisasi di luar negeri, yang program dan tujuannya sesuai dengan Gerakan Pramuka.
Baca Juga: Mengenal Arti dan Tujuan Motto Gerakan Pramuka
Sebagai anggota Pramuka, sekarang sudah dapat menjawab jika diberi pertanyan, siapa Kak Kwartir Nasional pertama di Indonesia? Selain sebagai Kakwarnas pertama di Indonesia, Sri Sultan Hamengkubuwana IX juga merupakan Bapak Pramuka Indonesia. (ARD)
