Konten dari Pengguna

Mengenal Metode Pemisahan Minyak Bumi Menjadi Komponen-Komponen

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Metode Pemisahan Minyak Bumi Menjadi Komponen-Komponen. (Foto: keridjackson by https://pixabay.com/id/)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Metode Pemisahan Minyak Bumi Menjadi Komponen-Komponen. (Foto: keridjackson by https://pixabay.com/id/)

Hasil penambangan minyak bumi berupa minyak mentah pada dasarnya belum dapat dipergunakan secara langsung untuk berbagai keperluan. Minyak bumi tersebut harus diolah terlebih dahulu sebagai bahan bakar kendaraan atau keperluan industri. Pemisahan minyak bumi menjadi komponen-komponennya dapat dilakukan dengan metode distilasi bertingkat. Apa yang dimaksud dengan distilasi bertingkat? Pengertian distilasi bertingkat adalah proses pemisahan larutan dengan pemanasan secara bertahap dari rendah ke tinggi. Dalam proses distilasi terdapat dua proses, yaitu penguapan dan pengembunan. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai metode distilasi bertingkat pada pemisahan minyak bumi.

Penjelasan Mengenai Proses Pemisahan Minyak Bumi

Ilustrasi Metode Pemisahan Minyak Bumi Menjadi Komponen-Komponen. (Foto: Pexels by https://pixabay.com/id/)

Pemisahan minyak bumi menjadi komponen-komponennya dapat dilakukan dengan metode distilasi bertingkat (distilasi fraksionasi). Dikutip dari buku Kimia untuk SMA/MA Kelas X yang ditulis oleh Suyatno, dkk (2009: 232), prinsip dasar penyulingan bertingkat adalah pemisahan suatu campuran berdasarkan perbedaan titik didihnya. Hidrokarbon yang mempunyai titik didih paling rendah akan menguap/memisahkan diri terlebih dahulu. Kemudian, disusul hidrokarbon yang mempunyai titik didih lebih tinggi sehingga secara bertingkat seluruh hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi dapat dipisahkan.

Setelah mengalami penyulingan, fraksi-fraksi minyak bumi dapat langsung dimanfaatkan untuk industri, tetapi ada juga yang perlu diolah lebih lanjut sesuai dengan keperluan seperti berikut:

  • Reforming, yaitu mengubah bentuk struktur (isomer) dari rantai karbon lurus menjadi bercabang untuk meningkatkan mutu bensin.

  • Cracking, proses pemecahan molekul senyawa yang panjang menjadi molekul pendek.

  • Polimerisasi, penggabungan molekul-molekul kecil menjadi molekul besar (isobutana + isobutena -> isooktana) bensin yang berkualitas tinggi.

  • Treating, proses menghilangkan pengotor pada minyak supaya lebih murni.

  • Blending, proses pencampuran atau penambahan zat aditif pada bensin agar mutu bensin lebih baik, seperti menambahkan TEL(-tetra etil lead, MTBE-(metil tertier butil eter), AlCl3, H2SO4, dan 1,2-dibromo etana.

Dalam proses untuk memenuhi keperluan bahan bakar kendaraan, pemisahan minyak bumi menjadi komponen-komponennya dapat dilakukan dengan metode distilasi bertingkat (distilasi fraksionasi). Semoga informasi di atas bermanfaat! (CHL)