Mengenal Moh. Yamin, Tokoh Yang Mengusulkan Semboyan Negara Bhinneka Tunggal Ika

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia memilki lambang negara yaitu burung Garuda dengan perisai yang berisikan Pancasila. Terdapat semboyan negara yang tertulis di pita putih yang dicengkeram oleh Garuda. Semboyan negara kita adalah Bhinneka Tunggal Ika. Yang mengusulkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika agar dijadikan semboyan negara adalah Moh. Yamin.
Bagaimana sejarah Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan negara kita? Mengapa Moh. Yamin mengusulkan agar Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan negara? Yuk simak penjelasannya.
Mengenal Moh. Yamin, Tokoh Yang Mengusulkan Semboyan Negara Bhinneka Tunggal Ika
Prof. Mr. Mohammad Yamin, S.H. lahir di Talawi, Sawahlunto pada tanggal 24 Agustus 1903 dan meninggal di Jakarta pada tanggal 17 Oktober 1962. Beliau merupakan anak dari Usman Baginda Khatib dan Siti Saadah. Moh. Yamin adalah salah satu perintis puisi modern Indonesia, pelopor Sumpah Pemuda dan yang mengusulkan agar Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan negara.
Dikutip dari buku Sejarah Hukum Indonesia karya Sjahdeini (2021), melihat sejarah Bhinneka Tunggal Ika yang sukses menyatukan Nusantara di masa kerajaan Majapahit, akhirnya membuat Moh. Yamin sebagai tokoh pertama yang mengusulkan Bhinneka Tunggal Ika untuk digunakan sebagai semboyan negara pada Soekarno. Beliau yakin bahwa Bhinneka Tunggal Ika sesuai untuk kehidupan Indonesia pada masa itu.
Selain mengusulkan semboyan negara, Moh. Yamin juga mencetuskan Sumpah Pemuda yang berbunyi:
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Moh. Yamin juga menjadi salah satu tokoh yang mengusulkan Rumusan Dasar Negara. Beliau menyampaikan usulan dasar negara secara tertulis pada ketua sidang dan secara lisan. Usulan tersebut disampaikan pada 29 Mei 1945.
Usulan Lisan:
Peri Kebangsaan.
Peri Kemanusiaan
Peri Ketuhanan
Peri Kerakyatan
Kesejahteraan Rakyat
Usulan Tertulis:
Ketuhanan Yang Maha Esa
Kebangsaan persatuan Indonesia
Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Penghargaan Untuk Moh. Yamin
Bintang Mahaputra RI, tanda penghargaan tertinggi dari Presiden RI atas jasa-jasanya pada nusa dan bangsa
Tanda penghargaan dari Corps Polisi Militer sebagai pencipta lambang Gajah Mada dan Panca Darma Corps
Tanda penghargaan Panglima Kostrad atas jasanya menciptakan Pataka Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat
Demikian sejarah mengenai tokoh penting yang mengusulkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika agar dijadikan semboyan negara adalah Moh. Yamin. (FAR)
