Konten dari Pengguna

Mengenal Mukhabarah, Pelayanan Ekonomi di Bidang Pertanian

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mukhabarah sebagai Pelayanan Ekonomi di Bidang Pertanian. Foto: dok. Tim Mossholder (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mukhabarah sebagai Pelayanan Ekonomi di Bidang Pertanian. Foto: dok. Tim Mossholder (Unsplash.com)

Peraturan Islam yang tercantum dalam Alquran maupun hadis mencakup berbagai aspek kehidupan. Hal ini dapat kita ketahui dengan adanya mukhabarah. Mukhabarah adalah pelayanan ekonomi di bidang pertanian. Untuk mengetahui lebih dalam apa itu mukhabarah dan contohnya, mari kita simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut.

Mengenal Mukhabarah, Pelayanan Ekonomi di Bidang Pertanian dan Contohnya

Alquran dan Hadis merupakan landasan hukum yang umum digunakan umat Islam untuk mengatur segala aspek kehidupannya. Hal ini dapat kita lihat dengan adanya mukhabarah sebagai salah satu akad pengelolaan tanah dengan sistem kerja sama yang disepakati antara pemilik dan pengelola tanah.

Penjelasan lengkap tentang pengertian mukhabarah dipaparkan dalam buku berjudul Fikih Madrasah Aliyah Kelas X yang ditulis oleh Harjan Syuhada, ‎Sungarso (2021: 147) yang memaparkan bahwa mukhabarah adalah kerja sama antara pemilik ladang dengan penggarap (petani) dan benih tanamannya berasal dari pemilik ladang dengan penggarap atau petani dan benih tanamannya berasal dari pemilik ladang.

Ilustrasi Mukhabarah sebagai Pelayanan Ekonomi di Bidang Pertanian. Foto: dok. Joshua Lanzarini (Unsplash.com)

Masih dalam buku yang sama juga dijelaskan bahwa dalam akad mukhabarah, pembagian hasilnya menurut kesepakatan kedua belah pihak secara adil. Pada umumnya, kerja sama mukhabarah ini dilakukan pada perkebunan yang benihnya cukup mahal, seperti cengkeh, pala, atau vanili. Namun tidak menutup kemungkinan pada tanaman yang benihnya relatif murah pun dilakukan kerja sama mukhabarah.

Dalam buku berjudul Fiqh Muamalah: Kajian Komprehensif Ekonomi Islam yang disusun oleh Ainul Yaqin, M.A. (2020: 79) juga memaparkan bahwa pada esensinya, muzara'ah (mukhabarah) termasuk jenis akad yang bertujuan untuk bercocok tanam atau pembuahan sawah dan termasuk juga jenis akad syirkah. Sebab di dalamnya ada pembagian hasil tanaman antara petani dan pemilik tanah.

Ilustrasi Mukhabarah sebagai Pelayanan Ekonomi di Bidang Pertanian. Foto: dok. Chris Ensminger (Unsplash.com)

Mukharabah ini boleh dilakukan dengan syarat kesepakatan antara pengelola dan pemilik tanah sudah jelas. Pembahasan tentang mukhabarah ini bahkan juga dijelaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad yang meriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu anhu, ia berkata:

نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْمُحَاقَلَةِ وَالْمُزَابَنَةِ وَالْمُخَابَرَةِ وَعَنِ الثُّنَايَا إِلاَّ أَنْ تُعْلَمَ.

Artinya: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang muhaqalah, muzabanah, mukhabarah, dan tsunaya (jual beli dengan cara pengecualian) kecuali jika yang dikecualikan itu sudah diketahui.”

Pemaparan lengkap mengenai mukhabarah adalah pelayanan ekonomi di bidang pertanian dalam Islam dapat Anda jadikan sebagai landasan ilmu untuk mengadakan akad dalam pengelolaan tanah yang sesuai dalam peraturan Islam. (DAP)