Konten dari Pengguna

Mengenal Nada, Rangkaian Bunyi yang Teratur dalam Seni Musik

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Rangkaian Bunyi yang Teratur Disebut. Sumber: Unsplash/Europeana
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Rangkaian Bunyi yang Teratur Disebut. Sumber: Unsplash/Europeana

Rangkaian bunyi yang teratur disebut nada. Dalam seni musik, susunan nada bisa berpengaruh pada kekhasan suara, harmonisasi lagu, dan lainnya. Nada berperan sangat penting untuk menentukan ritme dalam menciptakan karya musik.

Rangkaian nada akan menciptakan bentuk melodi yang indah dan berkesinambungan. Selain itu, ada beberapa jenis tangga nada yang harus dipelajari.

Rangkaian Bunyi yang Teratur Disebut Nada, Ini Penjelasannya

Ilustrasi untuk Rangkaian Bunyi yang Teratur Disebut. Sumber: Unsplash/Keller Chewning

Rangkaian bunyi yang teratur disebut nada. Mengutip dari Nada dan Irama, Said (2020:19), nada merupakan bunyi yang memiliki getaran teratur tiap detiknya. Dalam teori musik, nada mempunyai tinggi nada tertentu menurut frekuensinya. Nada juga bisa diatur dalam tangga nada yang berbeda-beda.

Terdapat dinamika dalam nada yang disebut pitch. Pitch adalah nada tinggi dan nada rendah. Pitch berhubungan dengan frekuensi atau banyak sedikitnya getaran pada setiap detik. Frekuensi yang cenderung cepat dan besar bisa menghasilkan nada yang tinggi.

Sebaliknya, jika frekuensi semakin lambat, maka akan menghasilkan nada rendah. Setiap nada memiliki bentuk frekuensi bermacam-macam yang harus dipahami.

Mengenal Jenis Tangga Nada

Ilustrasi untuk Rangkaian Bunyi yang Teratur Disebut. Sumber: Unsplash/Anna Zakharova

Tangga nada merupakan perpaduan atau susunan berjenjang dari beberapa nada. Terdapat beberapa jenis tangga nada yang memiliki urutan nada berbeda. Berikut penjelasannya.

1. Tangga Nada Diatonis

Tangga nada diatonis mempunyai tujuh nada dalam satu oktaf. Di dalam tangga nada ini ada dua interval nada, yaitu 1 dan ½. Contoh tangga nada diatonis adalah do-re-mi-fa-sol-la-si-do’. Adapun alat musik yang menggunakan tangga nada diatonis adalah piano, organ, pianika, harmonika, dan seruling.

2. Tangga Nada Pentatonis

Tangga nada pentatonis adalah tangga nada yang menggunakan lima nada pokok. Indonesia membagi tangga nada ini menjadi pentatonis pelog dan pentatonis slendro. Umumnya, tangga nada pentatonis digunakan untuk musik tradisional atau lagu rakyat.

Pentatonis pelog tersusun dari nada 1-3-4-5-7-1’ atau do-mi-fa-sol-si-do’ atau C-E-F-G-B-C. Sedangkan, pentatonis slendro tersusun dari nada 1-2-3-5-6-1' atau do-re-mi-sol-la-do' atau C-D-E-G-A-C'.

3. Tangga Nada Kromatis

Tangga nada kromatis memiliki 12 macam nada yang berjarak ½. Tangga nada kromatis adalah kumpulan dari semua nada yang ada dalam satu musik karena oktafnya akan berulang. Contoh tangga nada kromatis adalah C-Cis-D-Dis-E-F-Fis-G-Gis-A-Ais-B-C'.

Baca juga: Pengertian Melodi dalam Seni Musik

Rangkaian bunyi yang teratur disebut nada. Nada sangat penting untuk dipelajari, terutama bagi yang mendalami seni musik. (KRIS)