Konten dari Pengguna

Mengenal Pantang dan Puasa Menjelang Paskah bagi Umat Katolik

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puasa menjelang paskah - Sumber: pexels/RDNE Stock project
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puasa menjelang paskah - Sumber: pexels/RDNE Stock project

Tradisi puasa bukan hanya milik orang muslim. Dalam agama Katolik juga terdapat ajaran untuk berpuasa dan melakukan pantang. Bagi umat yang sudah berusia 18 tahun ke atas hingga awal 60 diwajibkan melakukan puasa menjelang Paskah.

Bagi umat Katolik, puasa dan pantang adalah tanda pertobatan dan tanda penyangkalan diri. Berpuasa merupakan latihan rohani yang mendekatkan diri pada Tuhan dan sesama.

Penjelasan tentang Pantang dan Puasa Menjelang Paskah

Ilustrasi puasa menjelang pasakah - Sumber: Pexels/MART PRODUCTION

Menjelang Paskah, umat Katolik akan melakukan pantang dan puasa. Sebenarnya, apa yang dimaksud pantang dan puasa menjelang Paskah serta bagaimana tata caranya?

Puasa dalam ajaran Katolik adalah tidak makan dan minum selama sehari. Mereka hanya boleh kenyang satu kali. Sementara itu, pantang adalah perbuatan untuk menghindari melakukan sesuatu yang disenangi.

Berikut ini ketentuan tobat dengan puasa dan pantang menurut Kitab Hukum Kanonik 1983

Kan. 1251 - Pantang makan daging atau makanan lain menurut ketentuan Konferensi para Uskup hendaknya dilakukan setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu kebetulan jatuh pada salah satu hari yang terhitung hari raya; sedangkan pantang dan puasa hendaknya dilakukan pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumat Agung, memperingati Sengsara dan Wafat Tuhan Kita Yesus Kristus.

Kan. 1252 - Peraturan pantang mengikat mereka yang telah berumur genap empat belas tahun; sedangkan peraturan puasa mengikat semua yang berusia dewasa sampai awal tahun ke enampuluh; namun para gembala jiwa dan orangtua hendaknya berusaha agar juga mereka, yang karena usianya masih kurang tidak terikat wajib puasa dan pantang, dibina ke arah cita-rasa tobat yang sejati.

Kan. 1253 - Konferensi para Uskup dapat menentukan dengan lebih rinci pelaksanaan puasa dan pantang; dan juga dapat mengganti-kan seluruhnya atau sebagian wajib puasa dan pantang itu dengan bentuk-bentuk tobat lain, terutama dengan karya amal-kasih serta latihan-latihan rohani.

Berdasarkan buku Spiritualitas Orang-Orang Katolik, Al Purwa Hadiwardoyo, MSF, (2021:29), terdapat perbedaan mengenai pantang dan puasa sesudah Konsili Vatikan II (1962-1965).

Dahulu, Gereja Katolik mewajibkan kepada umatnya praktik puasa yang lebih ketat. Pada masa Pra-Paskah, misalnya, orang-orang Katolik saat itu wajib berpuasa pada hari Rabu Abu dan pada setiap Hari Jumat selama masa Pra-Paskah

Sesudah Konsili Vatikan II, Gereja Katolik meringankan kewajiban praktik puasa. Pada masa Pra-Paskah, misalnya, orang-orang Katolik sata ini hanya wajib berpuasa pada hari Rabu Abu dan pada hari Jumat Agung.

Peraturan untuk pantang juga berbeda. Sebelum Konsili Vatikan II, Gereja Katolik mewajibkan praktik pantang yang seragam untuk umatnya di seluruh dunia. Pada hari-hari yang ditetapkan, orang-orang Katolik saat itu wajib berpantang dari makanan daging.

Sesudah Konsili Vatikan II, gereja memberikan hak yang lebih besar pada para uskup untuk mengatur praktik pantang bagi umat di keuskupan masing-masing. Ada keuskupan yang misalnya menyarankan pantang merokok, pantang menonton film, atau pantang bermain game.

Dari penjelasan tersebut dapat diketahui bahwa pada saat ini, hari puasa dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Hari Pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama Masa Pra-Paskah sampai dengan Jumat Agung.

Yang wajib berpuasa ialah semua orang Katolik yang berusia 18 tahun sampai awal tahun ke-60. Yang wajib berpantang ialah semua orang Katolik yang berusia genap 14 tahun ke atas.

Puasa (dalam arti yuridis) berarti makan kenyang hanya sekali sehari. Pantang (dalam arti yuridis) berarti memilih pantang daging, atau ikan atau garam, atau jajan atau rokok. Bila dikehendaki masih bisa menambah sendiri puasa dan pantang secara pribadi, tanpa dibebani dengan dosa bila melanggarnya.

Baca juga: Ketahui Kapan Paskah 2024 dan Rangkaian Kegiatannya

Kiranya penjelasan mengenai pantang dan puasa menjelang Paskah ini bisa dipahami oleh umat Katolik. Selamat menyambut Pekan Paskah yang suci! (SASH)