Mengenal Penyimpangan Positif dan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyimpangan positif dipelajari dalam ilmu sosiologi untuk memahami salah satu perilaku masyarakat. Masyarakat dididik untuk melakukan hal baik dengan cara yang baik pula. Namun kadang situasi tidak mendukung sehingga seseorang memutuskan untuk melakukan hal-hal dengan tujuan yang baik tapi tak peduli bagaimana caranya.
Adakalanya masyarakat terlalu cepat menilai perilaku seseorang hanya dari caranya melalukan sesuatu tanpa memberi kesempatan kepada seseorang tersebut untuk menjelaskan. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui bahwa ada istilah penyimpangan positif.
Baca juga: Pengertian Penyimpangan Sosial serta Penyebab dan Dampaknya
Mengenal Penyimpangan Positif
Dalam buku Ilmu Pengetahuan Sosial: Sosiologi 2 untuk SMP/MTs Kelas VIII (2007) yang ditulis oleh Tim Mitra Guru menyebutkan bahwa penyimpangan positif merupakan salah satu bentuk penyimpangan sosial disamping penyimpangan negatif.
Penyimpangan positif adalah penyimpangan yang bersifat positif, yang memiliki unsur inovasi dan kreativitas. Kebanyakan penyimpangan positif bisa diterima masyakat meski masyarakat masih keheranan melihat perilaku ini karena dianggap tidak biasa atau tidak konvensional. Bahkan dalam banyak hal perilaku tersebut tidak sesuai dengan norma-norma sosial atau aturan-aturan yang berlaku secara umum.
Namun tak jarang penyimpangan positif juga menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat dalam menciptakan perubahan positif atau memperbaiki kondisi sosial yang buruk, serta membantu masyarakat untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam mencari solusi atas masalah sosial yang dihadapi.
Contoh Penyimpangan Positif
Dalam buku tersebut dicontohkan seorang anak yang tidak menggunakan waktu istirahat di sekolah untuk bermain. Ia tetap belajar, namun akhirnya menjadi sumber inspirasi teman-temannya karena sering menang lomba.
Berikut ini adalah contoh penyimpangan positif lainnya:
Seseorang yang berasal dari keluarga miskin berhasil menjadi orang yang sukses dan berpengaruh di masyarakat.
Pada masa perjuangan kemerdekaan, para pejuang Indonesia melanggar hukum penjajah Belanda dengan melakukan perlawanan. Meskipun melanggar hukum, tindakan mereka membawa kemerdekaan bagi Indonesia.
Perempuan menjadi sopir ojek online.
Perempuan menjadi atlet angkat besi.
Laki-laki menjadi bapak rumah tangga.
Anak tukang becak mendapat beasiswa melanjutkan pendidikan di luar negeri.
Di rumah saja tapi kaya raya, misalnya bekerja di industri digital jarak jauh.
Sebuah perilaku tidak akan menjadi penyimpangan positif jika masyarakat terbiasa melihat perbedaan dan berpikir positif. Di berbagai sisi kehidupan, keluar dari kebiasaan atau norma lama perlu dilakukan untuk bertahan hidup atau membantu orang lain. (LUS)
