Mengenal Permainan Dakon dan Cara Memainkannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada banyak permainan tradisional yang masih dimainkan anak-anak hingga orang dewasa hingga saat ini. Salah satunya permainan dakon. Namun, dengan adanya perkembangan teknologi membuat anak-anak kurang mengenal permainan dakon.
Untuk melestarikannya, permainan ini harus dikenalkan kepada anak-anak. Dengan demikian, anak-anak bisa lebih tertarik untuk memainkannya.
Mengenal Permainan Dakon
Perkembangan teknologi membuat permainan-permainan tradisional semakin ditinggalkan. Untuk melestarikannya, tetap harus mengenalkan permainan ini kepada anak-anak seperti dakon. Dengan demikian, anak-anak tetap mengenal permainan dakon.
Dikutip dari laman kebudayaan.slemankab.go.id, permainan dakon banyak disukai oleh anak-anak perempuan, bahkan para putri bangsawan sampai sekarang kebanyakan masih menyukai permainan ini.
Bahan yang dipergunakan untuk membuat alat permainan dakon adalah kayu, dibentuk seperti lesung (alat menumpuk padi). Pada bagian ujung kiri dan kanan dibuat cekungan cukup besar, disebut lumbung.
Pada bagian tengah dibuat cekungan kecil sebanyak dua baris, yang pada setiap barisnya berisi tujuh, sembilan, atau sebelas cekungan, yang disebut sawah.
Cara bermain, pada setiap cekungan sawah diisi benda kecil (kerikil/kecik isi buah sawo) sejumlah banyaknya sawah dalam setiap lariknya. Pelaku pemain dakon hanya dua orang yang berpasangan sebagai lawan, seumpama A dan B.
A menguasai sawah nomor 1 – 9 serta lumbung yang berada di sebelah kanannya (LA). B menguasai sawah nomor 10 – 18 serta lumbung yang berada di sebelah kanannya juga (LB) . Tujuan bermain dakon bermaksud untuk mengisi lumbung miliknya sebanyak-banyaknya.
Cara Bermain Dakon
Dakon adalah permainan tradisional Indonesia yang banyak digemari oleh anak-anak perempuan maupun laki-laki. Selain itu, dakon juga bisa dimainkan oleh orang dewasa. Berikut cara bermain dakon:
Penuhi semua petak sawah kecil A dan B dengan sejumlah biji padi, lalu jalankan permainan dengan menyebutnya sebagai saku.
Sebelum memulai, lakukan undian (pingsut) untuk menentukan siapa yang berhak memulai saku terlebih dahulu. Jika A yang memenangkan undian, maka dia memiliki hak untuk memulai saku terlebih dahulu.
Pertama-tama, A mengambil semua biji padi dari petak sawah nomor 1, kemudian meletakkan satu per satu biji padi tersebut pada petak sawah miliknya, mengarah ke kanan (searah jarum jam). Biji padi terakhir akan jatuh ke dalam lumbung.
Selanjutnya, giliran B untuk menggunakan saku dengan mengambil semua biji padi kecil dari petak sawah nomor 10, lalu meletakkannya satu per satu pada petak sawah miliknya secara berurutan ke arah kanan.
Biji padi terakhir pada giliran B juga akan jatuh ke dalam lumbung B. Setelah itu, giliran A untuk menggunakan saku, dengan mengambil biji padi kecil dari salah satu petak sawah miliknya sesuai pilihannya, dimulai dari petak sawah mana pun asalkan dari lahan miliknya sendiri.
Biji padi dari petak sawah yang dipilih kemudian diletakkan satu per satu pada masing-masing petak sawahnya, berurutan dari kiri ke kanan (berlawanan arah jarum jam), dan juga dimasukkan ke dalam lumbung miliknya. Proses ini berlanjut hingga ke petak sawah lawan, tetapi tidak mengisi lumbung lawan.
Jika biji padi terakhir jatuh pada petak sawah yang memiliki isi, seluruh isi dari petak sawah tersebut diambil dan kemudian diletakkan satu per satu pada petak sawah lainnya, mengarah ke lawan searah jarum jam.
Permainan berakhir ketika biji padi terakhir jatuh ke dalam lumbung. Jika biji padi terakhir jatuh pada petak sawah kosong, disebut sebagai andhok
Baca Juga: Mengenal Istilah Slam Dunk dalam Permainan Bola Basket dan Jenisnya
Itulah pembahasan untuk mengenal permainan dakon dan cara bermainnya. Meskipun sudah ada teknologi, permainan tradisional tetap menyenangkan untuk dimainkan. (Umi)
