Konten dari Pengguna

Mengenal Prinsip Pencegahan Korosi dengan Perlindungan Katodik

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi prinsip pencegahan korosi dengan perlindungan katodik. Sumber: www.unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi prinsip pencegahan korosi dengan perlindungan katodik. Sumber: www.unsplash.com.

Korosi atau karat merupakan jenis kerusakan yang paling ditakuti industri manufaktur. Berbagai cara dilakukan untuk mencegah korosi, salah satunya menggunakan perlindungan katodik. Prinsip pencegahan korosi dengan perlindungan katodik adalah menggunakan logam lain untuk dijadikan korban atau anoda.

Pengertian Korosi

Dikutip dari bahan ajar Korosi yang ditulis oleh Intan Surya Mentari, Korosi adalah degradasi logam akibat reaksi reduksi oksidasi antara suatu logam dengan berbagai za di lingkungannya, yang menghasilkan senyawa yang tidak dikehendaki.

Secara singkat, korosi dapat diartikan sebagai kerusakan logam yang diakibatkan oleh pengaruh lingkungan.

Faktor-faktor yang mempercepat korosi adalah:

  1. Air dan kelembaban udara. Contohnya motor atau sepeda yang sering kehujanan.

  2. Elektrolit, bisa berupa gula atau garam. Contohnya kapal di laut mudah diserang korosi jika tidak ada perlindungan katodik.

  3. Permukaan logam yang tidak rata memudahkan terbentuknya anoda dan katoda.

  4. Terbentuknya sel elektrokimia ketika 2 logam yang berbeda bersinggungan. Contohnya paku keling yang menancap di besi.

Benda atau logam yang terkena korosi akan berwarna coklat kemerahan. Tampilannya juga rapuh atau keropos. Sedangkan rumus kimia karat besi adalah Fe2O3.nH2O.

Baca juga: Rumus Kimia Karat Besi dan Pengertian Korosi

Prinsip Pencegahan Korosi dengan Perlindungan Katodik

Ilustrasi prinsip pencegahan korosi dengan perlindungan katodik. Sumber: www.unsplash.com.

Perlindungan katodik biasanya dilakukan pada logam yang terendam atau sering terkena air. Contohnya, kapal, pipa, tiang jembatan dan sebagainya.

Dikutip dari e-Modul Kimia untuk Kelas XII(2019) yang ditulis oleh Eva Mariana, perlindungan katodik menggunakan logam lain untuk dikorbankan menjadi anoda. Anoda bertugas menyuplai elektron yang digunakan untuk mereduksi oksigen, sedangkan logam yang akan dilindungi merupakan katoda.

Metode perlindungan katodik antara lain:

  • Pelapisan. Contohnya galvanisasi.

  • Chrome plating.

  • Menghubungan logam yang berfungsi sebagai anoda dengan logam.

Jenis logam yang sering dikorbankan menjadi anoda adalah Zn, Cr, Al, dan Mg. Mg atau magnesium sering menjadi anoda bagi pipa besi yang ditanam di laut atau kapal dengan cara dihubungkan. Agar perlindungan katodik terjamin, batang magnesium yang digunakan harus diganti secara berkala.

Prinsip pencegahan korosi dengan perlindungan katodik ini menarik untuk disimak agar konsumen tahu bagaimana memperlakukan benda-benda miliknya. Benda-benda yang mudah terkena korosi harus dipastikan sudah mendapatkan perlindungan dan diletakkan di tempat-tempat yang bebas dari penyebab korosi. (LUS)