Mengenal Prinsip Penyusunan RPP Kurikulum Merdeka Belajar

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam melakukan kegiatan belajar mengajar, seorang guru diharuskan untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Berbeda dengan pembuatan RPP untuk Kurikulum 2013 yang banyak dan membutuhkan waktu, pembuatan RPP untuk Kurikulum Merdeka Belajar hanya membutuhkan satu lembar saja. Maka dari itu, para guru diminta untuk mengetahui prinsip penyusunan RPP Kurikulum Merdeka Belajar.
Mengenal Prinsip Penyusunan RPP Kurikulum Merdeka Belajar
Dikutip dari buku Indonesia Kuat dengan Merdeka Belajar karya Abdul Rahman Suleman (2022:1), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Tinggi Nadiem Anwar Makarim meluncurkan program Merdeka Belajar yang bertujuan untuk mengasah peserta didik untuk memiliki soft skill, kompetensi serta hard skill yang diharapkan nantinya mampu dan ikut bersaing di level internasional.
Kurikulum Merdeka Belajar atau juga Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) yang dikembangkan untuk menunjukkan kesesuaian dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, satuan pendidikan, dan daerah.
Terkait dalam penyusunan RPP, Mendikbud mengeluarkan Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Dalam kebijakan terbarunya dijejaskan bahwa RPP hanya terdiri dari dari tiga komponen saja, yakni:
Tujuan pembelajaran
Kegiatan pembelajaran, dan
Asesmen pembelajaran.
Dengan komponen inti yang hanya terdiri dari 3 aspek tersebut, semestinya para guru dalam membuat RPP hanya membutuhkan satu halaman saja.
Prinsip RPP Kurikulum Merdeka Belajar
Penyusunan RPP Kurikulum Merdeka Belajar harus memperhatikan 3 prinsip utama, yakni:
Efisien
Efisien mempunyai arti penulisan RPP dilakukan dengan tepat dan tidak memakan banyak waktu, terutama dalam penyusunannya.
Efektif
Efektif berarti penulisan RPP dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Berorientas Pada Peserta Didik
Berorientasi pada murid artinya adalah penulisan RPP dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan, ketertarikan, dan kebutuhan belajar peserta didik di kelas.
Langkah Mudah dalam Membuat RPP
Agar RPP dibuat sesuai dengan prinsip penyerdehanaan, guru dapat memanfaatkan metode Backward Desain. Backward Desain adalah perencanaan pembelajaran dengan proses berjalan terbalik atau mundur. Adapun langkah-langkah dalam menyusunnya terdiri dari tiga tahapan, yakni:
Identify Desire Result
Identify Desire Result adalah mengindentifikasi hasil yang diinginkan guru. Dengan menetapkan tujuan yang didasarkan oleh standar kompetansi, kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran dapat memudahkan guru dalam membuat sebuah RPP.
Determine Acceeptable Evidenci
Determine Acceeptable Evidenci merupakan menentukan bukti yang dapat diterima. Artinya, guru dapat menentukan tolak ukur peserta didik telah memahami pembelajaran. Inilah yang disebut dengan asesemen.
Plan Learning Experiences and Intruction
Plan Learning Experiences and Intruction adalah merencanakan pengalaman belajar beserta istruksinya. Dengan kata lain, guru diminta untuk melakukan langkah-langkah kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut.
Demikianlah penjelasan tentang prinsip penyusunan RPP Kurikulum Merdeka Belajar lengkap dengan cara menyusunnya. Semoga informasi di atas dapat memudahkan Anda dalam menyusun dan mencapai tujuan pembelajaran.(MZM)
