Mengenal Profil WR Supratman dan Kehidupan Pribadinya

Konten dari Pengguna
16 Oktober 2022 19:33
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
https://www.pexels.com/id-id/@nietjuh/ - profil wr supratman
zoom-in-whitePerbesar
https://www.pexels.com/id-id/@nietjuh/ - profil wr supratman
ADVERTISEMENT
Wage Rudolf Supratman atau yang kita kenal dengan nama W.R. Supratman merupakan salah satu Pahlawan nasional Indonesia yang juga sosok pencipta lagu kebangsaan Indonesia yaitu Indonesia Raya. Kali ini kita akan membahas mengenai profil W.R. Supratman dan sedikit kehidupan pribadinya di masa lalu.
ADVERTISEMENT

Profil W.R. Supratman dan Kehidupan Pribadinya

Profil WR Supratman dimulai dari 1903 karena di tahun itulah beliau dilahirkan. Mengutip dari buku Meluruskan Sejarah dan Riwayat Hidup Wage Rudolf Soepratman, Anthony C. Hutabarat, 2001, Soepratman dilahirkan pada Senin, 9 Maret 1903. Tanggal ini jugalah yang ditetapkan sebagai peringatan Hari Musik di Indonesia.
Namun, ternyata tanggal lahir W.R. Supratman masih diperdebatkan. Ada pendapat yang menyatakan bahwa sebenarnya W.R Soepratman lahir pada tanggal 19 Maret 1903 di Dukuh Trembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Pendapat ini didukung oleh keluarga Soepratman dan dikuatkan pula dengan keputusan Pengadilan Negeri Purworejo pada 29 Maret 2007.
W.R Soepratman merupakan anak ketujuh dari sembilan bersaudara dari pasangan Djoemeno Senen Sastrosoehardjo dan Siti Senen. Sang ayah merupakan seorang tentara KNIL Belanda dengan posisi sersan di Batalyon VIII.
ADVERTISEMENT
Pada tahun 1914, Soepratman ikut Roekijem kakak sulungnya ke Makassar. Di Makassar, Soepratman disekolahkan dan dibiayai sepenuhnya oleh suami Roekijem yaitu Willem van Eldik. Roekijem sangat senang sandiwara dan musik, banyak karyanya yang ditampilkan di mes militer. Roekijem juga senang bermain biola. Dua kegemaran yang dimiliki sang kakak itulah yang akhirnya membuat Soepratman juga gemar bermain musik dan membaca buku musik.
Soepratman belajar bahasa Belanda di sekolah malam selama 3 tahun lalu melanjutkan pendidikan ke Normaalschool di Makassar hingga selesai. Saat berusia 20 tahun, Ia dijadikan sebagai guru di Sekolah Angka 2. Dua tahun kemudian Ia mendapatkan ijazah Klein Ambtenaar.
https://www.pexels.com/id-id/@meline-waxx-44315/
zoom-in-whitePerbesar
https://www.pexels.com/id-id/@meline-waxx-44315/

Kisah di Balik Indonesia Raya

Tidak lama kemudian, Soepratman bekerja di sebuah perusahaan dagang. Ia juga sempat pindah ke Bandung dan bekerja sebagai wartawan di harian Kaoem Moeda dan Kaoem Kita. Pekerjaan itu kemudian tetap ia lakukan saat telah tinggal di Jakarta. Saat itulah, Ia mulai tertarik dengan pergerakan nasional dan banyak bergaul dengan tokoh-tokoh pergerakan.
ADVERTISEMENT
Di Jakarta, Ia membaca sebuah karangan dalam majalah Timbul, penulis karangan tersebut menantang para ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan.
Soepratman yang merasa tertantang pun mulai mencoba menggubah lagu. Pada tahun 1924, terciptalah lagu Indonesia Raya. Pada malam penutupan Kongres Pemuda II di Jakarta pada 28 Oktober 1928, Soepratman memperdengarkan lagu ciptaannya secara instrumental di hadapan umum dan semua orang yang hadir terpukau mendengarkannya.
Lagu Indonesia Raya pun dengan cepat menjadi sangat terkenal karena dinilai merupakan perwujudan rasa persatuan dan keinginan untuk merdeka.

W.R. Supratman Wafat

Berhasil menciptakan lagu Indonesia Raya, tidak lantas membuat hidup Soepratman menjadi lebih indah. Soepratman malah menjadi buronan polisi Hindia Belanda, hingga Ia jatuh sakit di Surabaya.
ADVERTISEMENT
Karena lagu ciptaannya yang berjudul “Matahari Terbit”, pada awal Agustus 1938, Soepratman ditangkap saat sedang menyiarkan lagu tersebut bersama para pandu di NIROM Jalan Embong Malang, Surabaya. Ia ditahan di penjara Kalisosok, Surabaya dan Soepratman meninggal pada tanggal 17 Agustus 1938 karena sakit.
Demikian kisah singkat profil W.R. Supratman yan lagu gubahannya masih bisa kita nikmati sampai saat ini. (DNR)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020