Konten dari Pengguna

Mengenal Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Demak

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Peninggalan Kerajaan Demak. (Foto: StockSnap by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Peninggalan Kerajaan Demak. (Foto: StockSnap by https://pixabay.com)

Dalam sejarah Nusantara, kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kerajaan ini terletak di pantai utara Jawa Tengan dan diberdirikan oleh Raden Patah. Faktanya, kerajaan ini sangat makmur pada masanya. Kerajaan Demak berhasil menjadi pusat kegiatan Wali Songo dan penyebaran agama Islam pada saat itu. Berkembangnya kerajaan-kerajaan bercorak Islam di Indonesia pada dasarnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti perdagangan, perkawinan, dan dakwah. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai sejarah dan peninggalan kerajaan Demak di Indonesia. Harapannya pembelajaran ini dapat menambah wawasan kamu mengenai kerajaan Islam Indonesia.

Mengenal Sejarah Singkat Kerajaan Demak

Ilustrasi Peninggalan Kerajaan Demak. (Foto: DariuszSankowski by https://pixabay.com)

Terdapat empat kerajaan bercorak Islam di Pulau Jawa pada masa penyebaran agama Islam, yaitu Kerajaan Demak, Kerajaan Pajang, Kerajaan Mataram, dan Kerajaan Banten. Kerajaan Demak mencapai kejayaan pada saat diperintah oleh Raden Patah, Adipati Unus, dan Sultan Trenggana. Sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam, kerajaan Demak meninggalkan warisan budaya seperti seni arsitektur, karya sastra, seni rupa, dan seni pertunjukan.

Dikutip dari buku New Edition Mega Bank Soal SD/MI Kelas 4, 5, 6 yang ditulis oleh Uly Amalia (2017: 383), berikut adalah peninggalan kerajaan Demak di Indonesia yang harus dilestarikan:

  • Masjid Agung Demak yang dibangun oleh para Wali Songo pada tahun 1478.

  • Saka tatal (tiang masjid), bedug dan kentongan, pintu bledeg atau petir buatan Ki Ageng Selo, serta dampar kencana (tempat duduk raja).

  • Peninggalan piring Campa 61 buah, pemberian Ibu Raden PAtah, yaitu Putri Campa.

Sampai saat ini, sejarah mengenai kerajaan Demak masih dipelajari di sekolah. Tokoh sejarah dalam kerajaan Demak pun selalu diingat, seperti raja Raden Patah yang pertama memimpin kerajaan ini. Setelah wafat, beliau digantikan oleh putranya yang bernama Adipati Unus. Raja selanjutnya juga mewariskan kekayaan dari kerajaan Demak.

Adipati Unus selanjutnya digantikan oleh Sultan Trenggono. Pada masa kepemimpinan beliau, Demak semakin mencapai puncak kejayaannya. Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa pun semakin luas dan hingga saat ini meninggalkan peninggalan kerajaan Demak di Indonesia. Semoga bermanfaat! (CHL)