Mengenal Sejarah Nabi Daud, Nabi yang Menerima Kitab Zabur

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sepanjang sejarah agama Islam, Allah SWT telah menurunkan wahyu-Nya kepada para nabi sebanyak 4 kali. Salah satu diantaranya adalah kitab Zabur. Kitab Zabur adalah kitab kedua yang Allah turunkan kepada Nabi Daud ‘alaihissallam.
Turunya kitab Zabur kepada Nabi Daud sebagai peringatan kepada kaum Bani Israil untuk senantiasa hanya menyembah Allah dan nasihat akan kebaikan.
Sejarah kitab Zabur tidak langsung semerta-merta Allah turunkan kepada Nabi Daud. Terdapat perjuangan yang teramat berat yang harus dilalui Nabi Daud.
Sejarah Nabi Daud yang Menerima Kitab Zabur
Daud bin Aisya bin Uwaid adalah seorang nabi dan khalifah dari wilayah Baitul Maqdis, Baitlehem Palistina. Beliau lahir dan tumbuh pada saat Bani Israel dipimpin oleh raja bernama Thalut. Namun Thalut dan pasukannya sedang berperang melawan pasukan yang dipimpin raja Jalut. Jalut adalah raja yang sangat sombong dan tidak tahu berterima kasih kepada Allah SWT.
Mengutip buku Kisah Para Nabi karangan Ibnu Katsir dan Ikhlas Hikmatiar (2017: 637) Nabi Daud muda ikut berperang melawan pasukan Jalut. Namun ayahnya melarangnya untuk berada di pasukan terdepan. Dalam melawan pasukan Jalut, Allah memberikan kemampuan kepada Daud yang dapat mengolah besi sebagai alat berperang.
Tidak disangka, Daud dapat menglahkan dan membunuh Jalut. Kaum Bani Israil menyambut kemenangan tersebut dengan suka cita. Dengan kemenangan tersebut Daud menikahi putri raja Thalut yang bernama Mikyal. Setelah meninggalnya raja Thalut, Daud dipilih menjadi seorang pemimpin untuk kaum Bani Israil.
Sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 251 yang artinya,
Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.”
Pada usia 40 tahun, Allah mengangkat Daud menjadi nabi setelah menerima wahyu-Nya dalam kitab Zabur. Seperti yang tertulis dalam Surat Al Isra ayat 55 yang artinya,
Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang di langit dan di bumi. Dan sungguh, Kami telah memberikan kelebihan kepada sebagian Nabi-Nabi atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud.”
Belajar dari Nabi Daud ‘alaihissallam yang menerima kitab Zabur melalui proses yang teramat berar dan juga atas kuasa Allah SWT. Semoga penjelasan di atas dapat digunakan sebagai pengetahuan akan kisah para nabi Allah. (MZM)
