Konten dari Pengguna

Mengenal Tata Rias Pengantin dalam Pernikahan Adat Bugis

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Mengenal Tata Rias Pengantin dalam Pernikahan Adat Bugis. Sumber: unsplash.com/Sandy Millar
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mengenal Tata Rias Pengantin dalam Pernikahan Adat Bugis. Sumber: unsplash.com/Sandy Millar

Adat dan tradisi di Indonesia beragam macamnya. Setiap suku bangsa memiliki adat pernikahan masing-masing yang mencerminkan budaya daerah tersebut. Ciri khas budaya terlihat baik dari tata cara, busana pengantin, dan tata rias pengantin.

Salah satu tata rias pengantin yang memiliki ciri khas adalah tata rias pengantin Sulawesi Selatan. Dalam artikel berikut ini kita akan mengenal lebih lanjut tata rias pengantin dalam pernikahan adat Bugis.

Ilustrasi Mengenal Tata Rias Pengantin dalam Pernikahan Adat Bugis. Sumber: freepik.com/atlascompany

Tata Rias Pengantin Pernikahan Adat Bugis

Berikut ini adalah penjelasan mengenai tata rias pengantin dalam pernikahan adat Bugis berdasarkan buku Tata Rias Pengantin Bugis Makassar oleh Dewi Apriyanti dan Ade Aprilia (2015: 9):

Ciri khas tata rias pengantin Bugis-Makassar terletak pada hiasan hitam di dahi yang disebut Dadasa. Dadasa dibuat untuk membentuk wajah calon pengantin tampak ideal mungkin. Pada zaman dahulu, orang-orang tua membuat pola Dadasa berdasarkan naluri atau dengan patokan jari. Garis pertumbuhan rambut yang kurang baik dan tidak simetris akan disamarkan oleh bentuk Dadasa.

Dadasa yang baik adalah yang mempunyai titik tengah tepat di tengah-tengah dahi sehingga terlihat proporsional di wajah pengantin. Riasan ini akan membuat pengantin tampil lebih anggun dan tampak cantik pada hari bahagianya.

Masing-masing suku mempunyai ciri khas sendiri dalam bentuk tata riasnya. Orang Bugis melukis Dadasa dengan bentuk lengkung pada tengah dahi, disebut Dadasa Tumpul. Suku Makassar membentuk Dadasa tampak runcing pada bagian tengahnya, tepat di tengah-tengah dahi, disebut Dadasa Mangkasara.

Dahulu, warna hitam yang dipakai Dadasa dibuat dari kemiri yang dihanguskan lalu ditumbuk halus. Kini, digunakan krim warna hitam yang disebut Pidih. Pidih bersifat lembut dan mudah dioleskan, tidak terasa sakit, dan tidak bereaksi terhadap kulit wajah sehingga nyaman digunakan untuk riasan wajah pengantin.

Ilustrasi Mengenal Tata Rias Pengantin dalam Pernikahan Adat Bugis. Sumber: freepik.com/freepik

Itulah penjelasan mengenai Dadasa, tata rias pengantin dalam pernikahan adat Bugis. Semoga dapat menambah wawasan anda mengenai tata rias pengantin dalam pernikahan adat suku bangsa di Indonesia. (IND)