Mengenal Tujuan Pembuatan Periodisasi dalam Sejarah

Penulis kumparan
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pembelajaran sejarah, istilah periodisasi pasti sudah tidak asing lagi ketika didengar. Apa yang dimaksud dengan periodisasi? Periodisasi adalah tingkat perkembangan masa atau rentang waktu.
Adapun periodisasi lebih tepat dikatakan sebagai pembagian masa atau waktu, yang mana setiap masa atau waktu pasti memiliki kejadian atau peristiwa yang khas.
Peristiwa-peristiwa tersebut memiliki hubungan dalam kurun waktu tertentu. Tujuan pembuatan periodisasi adalah untuk memudahkan pembelajaran sejarah.
Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai konsep periodisasi dalam pembelajaran sejarah di sekolah.
Pengertian Periodisasi
Pengertian periodisasi adalah pembagian atau pembabakan peristiwa masa lampau yang sangat panjang menjadi beberapa zaman. Periodisasi digunakan untuk mempermudah pemahaman dan pembahasan sejarah kehidupan manusia.
Dikutip dari Sejarah: Untuk Kelas 1 SMA oleh M. Habib Mustopo (2005: 10), periodisasi merupakan proses strukturisasi waktu dalam sejarah berdasarkan pada pembagian atas beberapa zaman, babak, atau periode.
Periodisasi sejarah biasanya didasarkan pada suatu peristiwa yang aktual atau momen tertentu. Berbagai rangkaian peristiwa masa lalu dikelompokkan berdasarkan sifat, unit, dan bentuknya sehingga membentuk suatu kesatuan waktu tertentu.
Memahami periodisasi sangat bermanfaat bagi sejarawan hingga pemerhati sejarah. Penulisan sejarah dengan pembabakan waktu akan memudahkan dan menarik minat pembaca untuk mengetahui peristiwa sejarah secara kronologis.
Tujuan Periodisasi
Secara umum, tujuan pembuatan periodisasi adalah untuk memudahkan pembelajaran sejarah. Dikutip dari Filsafat Sejarah oleh Sumargono (2022: 116-117), adapun beberapa tujuan periodisasi sejarah, yaitu:
1. Mempermudah Mendapat Sebuah Gambaran
Gambaran peristiwa masa lampau yang sedemikian rupa dikelompokkan dan disederhanakan melalui periodisasi sehingga dihasilkan suatu tatanan (orde) yang dapat memudahkan pemahaman.
2. Menyederhanakan Kisah Sejarah
Tujuan periodisasi lainnya untuk menyederhanakan kisah sejarah yang panjang dan rumit. Banyaknya rangkaian peristiwa masa lampau dapat disusun menjadi lebih sederhana dengan periodisasi sehingga mudah untuk diartikan.
3. Memenuhi Syarat Sistematika Ilmu Pengetahuan
Berbagai peristiwa masa lampau yang telah dikelompokkan kemudian dikaitkan dan disusun secara teratur dan sistematis.
4. Dasar Penyusunan Cerita Sejarah
Periodisasi berperan sebagai penyusun dasar cerita sejarah. Dengan periodisasi, maka akan terbentuk klasifikasi atas dasar keanekaragaman peristiwa, seperti ragam kebudayaan, ekonomi, politik, pandangan hidup, agama, dan sebagainya.
5. Mengetahui Peristiwa secara Kronologis
Periodisasi juga bertujuan untuk menguraikan suatu peristiwa secara kronologis sehingga nantinya akan memudahkan dalam pemecahan masalah.
Jenis-Jenis Periodisasi
Jenis-jenis periodisasi terbagi menjadi beberapa macam, yaitu:
1. Periodisasi Berdasarkan Satuan Waktu Kronologis
Periodisasi berdasarkan satuan waktu kronologis adalah peristiwa-peristiwa masa lampau yang sudah diklasifikasikan disusun secara kronologis berdasarkan urutan waktu kejadiannya.
Agar lebih jelas, berikut adalah contoh periodisasi sejarah Indonesia untuk menggambarkan konsep periodisasi:
…. - 400: Zaman prasejarah Indonesia
400-1500: Zaman pengaruh Hindu-Buddha dan pertumbuhan Islam
1500-1670: Zaman kerajaan islam dan mulai masuknya pengaruh Barat serta perluasan pengaruh VOC
1670-1800: Masa penjajahan oleh VOC
1800-1811: Masa pemerintahan Herman W. Daendels
1811-1816: Masa pemerintahan Thomas Stamford Raffles
1816-1830: Masa pemerintahan komisaris jenderal
1830-1870: Sistem tanam paksa oleh Gubernur Jenderal Van den Bosch
1870-1942: Masa pergerakan nasional
1942-1945: Masa pendudukan Jepang
1945-1949: Perjuangan mempertahankan kemerdekaan
1949-1950: Masa pemerintahan RIS
1950-1959: Penerapan sistem liberal parlementer
1959-1966: Masa demokrasi terpimpin
1966-1998: Masa orde baru
1998-Kini: Era Reformasi
Selain itu, ada beberapa contoh periodisasi berdasarkan satuan waktu kronologis lainnya, seperti:
a. Perang Tentara Portugis dengan Tentara Spanyol di Indonesia
Pada tahun 1529, terjadi peperangan antara tentara Portugis dengan tentara Spanyol di Indonesia. Pada tahun 1546, Ambon dan Ternate jatuh ke tangan Portugis, sedangkan Filipina jatuh ke tangan Spanyol.
b. Sejarah Prancis pada Abad ke-9
Pada abad ke-9, Prancis dikenal dengan sebutan Frankia atau Kerajaan Orang Franka, yakni kerajaan barbar pasca-Romawi terbesar di Eropa Barat. Kerajaan ini menjadi cikal bakal dari negara Prancis dan Jerman.
2. Periodisasi Berdasarkan Ciri-Ciri yang Terkandung oleh Kejadian
Periodisasi ini disusun berdasarkan komponen-komponen yang mempunyai ciri-ciri khusus dan hubungan antara zaman yang satu dengan zaman lainnya yang ditandai dengan peristiwa penting.
Jadi, hal utama yang diperhatikan ciri-ciri khusus dari kejadian sejarah yang memiliki hubungan antara satu zaman dengan zaman lainnya dalam periode tertentu.
3. Periodisasi Berdasarkan Ranting
Perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin luas membutuhkan diferensisasi atau pembeda. Karenanya, sejarah dibedakan dengan adanya "ranting" supaya lebih mudah fokus pada peristiwa zaman tertentu dalam sejarah.
Sejarah pada dasarnya diibaratkan seperti pohon karena setiap peristiwanya saling berkaitan dan mempengaruhi masa yang akan datang. Ranting pohon berfungsi sebagai percabangan yang menjadi pembeda antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya.
Baca Juga: Dasar Periodisasi secara Arkeologis dalam Ilmu Sejarah
Faktor yang Mempengaruhi Periodisasi
Periodisasi sejarah merupakan dasar penyusunan cerita sejarah. Adapun faktor utama yang mempengaruhi penyusunan periodisasi adalah sejarawan atau ahli sejarah yang menyusunnya.
Rentang waktu atau masa sejak manusia ada hingga sekarang merupakan rentang yang sangat panjang. Para sejarawan sering mengalami kesulitan untuk memahami masalah-masalah yang muncul dalam sejarah kehidupan manusia.
Untuk mempermudah pembabakan kehidupan manusia, para ahli menyusun periodisasi sejarah. Periodisasi yang dibuat oleh banyak sejarawan berakibat adanya perbedaan-perbedaan pandangan.
Perbedaan pandangan tersebut yang akhirnya menyebabkan periodisasi sejarah bersifat subjektif karena dipengaruhi subjek permasalahan dan pribadi penelitinya.
Dikutip dari Buku Siswa Sejarah Indonesia SMA/MA Kelas 10 oleh Windriati (2021: 31), sejarah subjektif merupakan sejarah yang telah dipengaruhi oleh emosi dan pikiran sejarawan tentang suatu peristiwa.
Ada beberapa unsur yang sering mempengaruhi penyusunan periodisasi sejarah, salah satunya perubahan unsur geografi. Ini meliputi perubahan tapal batas, aliran sungai, gedung kuno, hingga adanya perubahan flora dan fauna yang dapat mengaburkan jejak-jejak sejarah.
Oleh sebab itulah, penelitian yang dilakukan oleh sejarawan menjadi faktor penentu yang sangat penting untuk menyusun periodisasi sejarah yang benar.
Apakah sekarang Anda sudah paham mengenai konsep periodisasi? Perlu diingat, tujuan pembuatan periodisasi adalah untuk memudahkan pembelajaran sejarah. Semoga bermanfaat!
(CHL & SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan periodisasi?

Apa yang dimaksud dengan periodisasi?
Pengertian periodisasi adalah pembagian atau pembabakan peristiwa masa lampau yang sangat panjang menjadi beberapa zaman.
Apa itu periodisasi kronologis?

Apa itu periodisasi kronologis?
Periodisasi berdasarkan satuan waktu kronologis adalah peristiwa-peristiwa masa lampau yang sudah diklasifikasikan disusun secara kronologis berdasarkan urutan waktu kejadiannya.
Apa manfaat periodisasi sejarah?

Apa manfaat periodisasi sejarah?
Penulisan sejarah dengan pembabakan waktu akan memudahkan dan menarik minat pembaca untuk mengetahui peristiwa sejarah secara kronologis.
