Mengenal Waisak sebagai Hari Raya Agama Buddha

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Agama Buddha mengenal waisak sebagai hari suci Agama Buddha. Waisak atau Waisaka dalam bahasa Pali atau Vaisakha (वैशाख) dalam bahasa Sanskrit juga dikenal dengan nama lain seperti Visakah Puja atau Buddha Purnima di India, Vesak di Malaysia dan Singapura, Saga Dawa di Tibet, dan Visakha Bucha di Thailand.
Seperti apa hari raya Waisak dan apa yang diperingati dalam hari raya Waisak? Simak penjelasan berikut ini.
Waisak: Hari Raya Agama Buddha
Waisak dirayakan pada bulan Mei waktu terang bulan pertama atau Purnama Sidhi untuk memperingati tiga peristiwa penting yaitu:
Lahirnya Pangeran Siddharta Gautama di Taman Lumbini pada tahun 623 Sebelum Masehi.
Pangeran Siddharta mencapai penerangan agung dan menjadi Buddha di Bodh Gaya pada usia 35 tahun di tahun 588 Sebelum Masehi.
Buddha Gautama wafat atau Parinibbana di Kusinara pada tahun 543 SM.
Ketiga peristiwa ini dinamakan Trisuci Waisak. Keputusan untuk merayakan Trisuci Waisak ini dinyatakan dalam Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia atau World Fellowship of Buddhist pertama di Sri Lanka pada tahun 1950.
Perayaan Waisak di Indonesia
Di Indonesia, perayaan hari raya Waisak sendiri mengikuti keputusan Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia yaitu pada purnama pertama di bulan Mei. Perayaan waisak dipusatkan secara nasional di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Rangkaian perayaan Waisak di Indonesia sendiri adalah sebagai berikut:
Pengambilan air berkat dari Umbul Jumprit di Temanggung dan penyalaan obor menggunakan sumber api abadi di Mrapen, Kabupaten Grobogan.
Ritual Pindapatta atau ritual pemberian dana makanan kepada para Bhikku oleh masyarakat atau umat Buddha.
Samadhi pada detik-detik puncak bulan purnama, dimana penentuan purnama dilakukan dengan perhitungan falak sehingga puncaknya dapat terjadi di siang hari.
Menurut buku 150++ Tradisi Hari Raya di Dunia (2012:112) puncak acara Waisak di Candi Borobudir ini adalah penyalaan ribuan lampion oleh Sangha dan umat secara bersama-sama sebelum akhirnya dilepas ke angkasa.
Menurut Keputusan Presiden Indonesia Nomor 3 Tahun 1983, Hari Raya Waisak ditetapkan menjadi hari libur nasional. Biasanya para wisatawan dan umat Buddha akan berbondong-bondong datang ke Candi Borobudur untuk beribadah dan menikmati berbagai acara kesenian yang diselenggarakan.
Demikianlah penjelasan di balik perayaan Waisak sebagai Hari Raya Agama Buddha yang dirayakan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat. (AGI)
