Mengenang 7 Pahlawan Revolusi Korban G30S PKI

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

G30S/PKI merupakan peristiwa penggulingan pemerintahan masa presiden Soekarno yang menjadi sejarah kelam bagi bangsa Indonesia. Pasalnya dalam peristiwa tersebut, banyak korban yang jatuh berguguran bahkan menyebabkan 7 perwira TNI-AD terbunuh dikediamannya masing-masing.
Mengutip dari buku IPS Terpadu oleh Nana Supriatna, Mamat Ruhimat dan Kosim (2007), tragedi yang berlangsung pada 30 September 1965 silam tersebut diawali dengan peristiwa diculiknya 7 perwira TNI sebagai upaya penggulingan presiden guna membentuk pemerintahan dengan paham komunis.
7 Korban G30S PKI yang Diabadikan Sebagai Pahlawan Revolusi
Tragedi penculikan oleh PKI yang dilakukan 55 tahun silam tersebut mengakibatkan 7 anggota perwira gugur akibat dianiyaya dan ditembak dengan jasad yang dibuang ke dalam sumur lubang buaya, Jakarta Timur. Adapun 7 perwira yang menjadi korban G30S PKI tersebut diantaranya:
Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani
Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono
Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan
Mayor Jenderal Raden Soeprapto
Mayor Jenderal Siswondo Parman
Brigadir Jenderal Sutoyo Siswodiharjo
Lettu Pierre Andreas Tendean
Atas peristiwa naas yang dialami oleh 7 korban G30S PKI, maka bangsa Indonesia menetapkan ketujuh perwira tersebut sebagai pahlawan revolusi nasional, atau secara umum mereka diabadikan sebagai Tujuh Pahlawan Revolusi atau Tuparev.
Tidak hanya mengakibatkan terbunuhnya tujuh pahlawan revolusi, peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia tersebut juga menewaskan sosok putri bungsu dari Jenderal Abdul Haris Nasution, Ade Irma Suryani Nasution yang berusia lima tahun kala itu.
Jendral Nasution yang mendapati pasukan Cakrabirawa di kediamannya mencoba melarikan untuk diri, namun naas pada saat tersebut putrinya harus kehilangan nyawa karena tertembak. Ade Irma Suryani disebutkan sempat mendapat penanganan medis, namun pada 6 ktober 1965 ia dinyatakan wafat.
Meninggalnya Ade Irma Suryani tersebut tentu meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat Indonesia, sebab gadis kecil yang tidak berdosa tersebut harus menjadi korban keganasan PKI. Untuk menghormati Ade Irma Suryani, maka namanya kini telah diabadikan menjadi nama jalan, nama taman kanak-kanak bahkan taman rekreasi di beberapa tempat. (HAI)
