Konten dari Pengguna

Mengetahui Peran Organisme Tanah

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Peran Organisme Tanah. Sumber: Foto Pixabay/adege
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Peran Organisme Tanah. Sumber: Foto Pixabay/adege

Peran organisme tanah menjadi salah satu hal penting yang harus diketahui. Secara umum, organisme tanah mempunyai peran dalam memperbaiki struktur tanah dan memperbaiki kesuburan tanah.

Organisme tanah adalah semua makhluk hidup baik hewan (fauna) atau tumbuhan (flora) yang semua atau sebagian dari fase hidupnya berada dalam sistem tanah. Organisme tersebut dapat menguntungkan atau merugikan bagi pertumbuhan tanaman.

Peran Organisme Tanah

Ilustrasi Peran Organisme Tanah. Sumber: Foto Pixabay/M_wie_Moehre

Berikut adalah peran organisme tanah berdasarkan buku yang berjudul Explore Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas IX, Sadiman, S.Pd., M.Pd., dkk., (2019:228).

1. Mendekomposisi Bahan Organik

Organisme tanah memegang peranan penting dalam mendekomposisi atau menguraikan bahan organik. Organisme tanah dapat melakukan penguraian terhadap bahan-bahan organik yang berasal dari sisa makhluk hidup, seperti daun, batang pohon, ranting, kotoran hewan, atau hewan yang mati.

Penguraian dilakukan dengan memakan bangkai atau organisme yang mati dan menguraikan senyawa organik kompleks menjadi lebih sederhana sehingga dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. Hasil dari penguraian ini dapat berupa pupuk. Organisme yang berperan sebagai dekomposer di dalam tanah adalah cacing tanah, bakteri, dan jamur.

2. Mendaur Ulang Nutrien (Unsur Hara)

Berbagai jenis mikroorganisme berperan penting dalam siklus nutrien. Misalnya, pada siklus karbon dan siklus nitrogen. Pada siklus karbon, karbon dari atmosfer akan diserap tumbuhan melalui proses fotosintesis untuk membentuk bahan makanan (karbohidrat) sehingga tumbuhan dapat tumbuh.

Ketika tumbuh-tumbuhan ini tumbuh, akan terbentuk daun, ranting, dan akar baru. Seiring jalannya waktu, tumbuhan akan menua dan menggugurkan daunnya. Mikroorganisme tanah akan mengubah sisa-sisa tumbuhan menjadi karbon dioksida dan bahan organik atau yang biasa disebut humus.

Adapun pada siklus nitrogen, terjadi beberapa reaksi, yaitu fiksasi nitrogen, amonifikasi, nitrifikasi, dan denitrifikasi. Fiksasi adalah pengikatan nitrogen dari udara, yang dilakukan oleh bakteri Rhizobium.

Amonifikasi adalah pengubahan senyawa tertentu (amonia maupun nitrat) menjadi amonium. Nitrifikasi adalah pengubahan amonium menjadi nitrat, yang dilakukan oleh bakteri Nitrosomonas dan Nitrobacter. Denitrifikasi adalah pelepasan nitrogen kembali ke udara, yang dilakukan oleh bakteri Pseudomonas denitrificans.

3. Menguraikan Polutan dalam Tanah

Berbagai zat setiap hari dapat masuk ke dalam tanah. Misalnya, dari air yang mengalir atau air hujan. Mikroorganisme tanah dapat berperan sebagai agen biologis yang mampu membersihkan polutan dalam tanah.

Beberapa jenis mikroorganisme, seperti bakteri dan jamur, yang dapat memanfaatkan bahan polutan sebagai sumber energi untuk pertumbuhan. Polutan-polutan ini akan diubah menjadi senyawa lain yang kurang beracun atau tidak beracun, seperti karbon dioksida, metana, dan air.

Baca juga: Alasan Mengapa Bumi Dapat Dihuni Makhluk Hidup

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa peran organisme tanah adalah melakukan penguraian terhadap bahan-bahan organik yang berasal dari sisa makhluk hidup. (Adm)