Mengetahui Tujuan Pemberian Gula dengan Kadar Tinggi Pada Manisan Buah

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat pergi ke sebuah tempat, oleh-oleh menjadi barang yang tidak bisa ditinggalkan. Salah satu oleh-oleh yang sering ditemui adalah manisan buah. Namun apakah kamu pernah berpikir kenapa manisan buah bisa tahan lebih lama dibandingkan dengan buah segar padahal mengandung gula yang banyak? Nah, dalam artikel kali ini akan menjelaskan tujuan pemberian gula dengan kadar yang tinggi pada manisan buah secara ilmiah.
Mengetahui Tujuan Pemberian Gula dengan Kadar Tinggi Pada Manisan Buah
Pada dasarnya, buah mengandung kadar air yang tinggi. Kadar air yang tinggi dapat menghilangkan dahaga, menjaga suhu tubuh, hingga terhindar dari dehidrasi. Namun kekurangan dari buah segar adalah mudah membusuk. Agar buah dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama, maka dibuatlah pengawetan buah.
Terdapat banyak sekali cara mengawetkan buah, namun cara yang paling banyak digunakan yakni dengan menggunakan gula dengan kadar yang tinggi.
Dikutip dari buku Modul Dasar-Dasar Pengawetan Pangan karya Lilis Sulandari, S.Pt., M.P. dan Ir. Asrul Bahar, M.Pd. (2022:36), gula yang ditambahkan ke dalam bahan pangan dengan konsentrasi tinggi (paling sedikit 40% padatan terlarut) sebagian dari air yang ada menjadi tidak tersedia untuk pertumbuhan mikroorganisme dan aktivitas air.
Makanan yang dimasak dengan kadar sukrosa atau gula pasir tinggi akan meningkatkan tekanan osmotik yang tinggi. Kadar osmotik yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan bakteri dari makanan.
Selain untuk mengawetkan makanan, penggunaan gula dengan kadar tinggi pada manisan buah dapat memberikan rasa manis. Di sisi lain, dalam proses pembuatan manisan buah yang menggunakan air garam dan air kapur dapat mempertahankan bentuk atau tekstur dan menghilangkan rasa getir buah.
Meski demikian, pengawetan dengan kadar gula yang tinggi bukan satu-satunya faktor yang mengendalikan pertumbuhan berbagai mikroorganisme. Hal ini disebabkan karena bahan-bahan dasar yang mengandung komponen yang berbeda-beda. Selain itu, produk manisan cenderung mudah rusak oleh khamir dan kapang, yakni kelompok mikroorganisme yang mudah rusak oleh panas.
Nah, itu dia penjelasan tentang pemberian gula dengan kadar yang tinggi pada manisan buah secara ilmiah. Sekarang sudah tidak bingung lagi kenapa manisan buah menggunakan gula yang banyak bukan?(MZM)
