Konten dari Pengguna

Mengungkap Alasan Kenapa ketika Berjanji Dianjurkan Mengucapkan Insyaallah

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Jelaskan Alasan Kenapa Ketika Berjanji Dianjurkan Mengucapkan Insyaallah. Sumber: Unsplash/Rachid Oucharia
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jelaskan Alasan Kenapa Ketika Berjanji Dianjurkan Mengucapkan Insyaallah. Sumber: Unsplash/Rachid Oucharia

Insyaallah merupakan kalimat yang perlu diucapkan oleh setiap umat Islam saat berjanji kepada sesama manusia. Jelaskan alasan kenapa ketika berjanji dianjurkan mengucapkan Insyaallah dalam ajaran Islam!

Salah satu alasan penting mengucapkan Insyallah saat berjanji adalah untuk mengingat bahwa setiap hal terjadi atas kehendak Allah Swt. Ketika mengucap Insyaallah seorang muslim perlu meyakini bahwa dirinya akan menepati janji jika Allah Swt. menghendaki.

Jelaskan Alasan Kenapa Ketika Berjanji Dianjurkan Mengucapkan Insyaallah dalam Ajaran Islam!

Ilustrasi Jelaskan Alasan Kenapa Ketika Berjanji Dianjurkan Mengucapkan Insyaallah. Sumber: Unsplash/Muhammad Adil

Jelaskan alasan kenapa ketika berjanji dianjurkan mengucapkan Insyaallah dalam ajaran Islam! Islam merupakan agama yang mengajarkan tauhid, yakni keesaan kepada Allah Swt.

Ketika memeluk agama Islam, seseorang itu meyakini bahwa Allah adalah Sang Maha Esa dan Sang Maha Kuasa. Berdasarkan kondisi tersebut, setiap muslim harus selalu mengutamakan dan mengingat Allah dalam setiap perkara, termasuk saat berjanji.

Arti Insyallah itu sendiri adalah jika Allah menghendaki. Kalimat tersebut merupakan kalimat penting saat membuat janji kepada sesama manusia sebagai hamba Allah Swt.

Dikutip dari buku Sepenggal Cerita Sejuta Makna, Abdul Wahid al-Faizin (2019: 296), lafaz Insyaallah merupakan bukti kekuatan aqidah seorang hamba yang selalu mengaitkan segala yang akan terjadi di masa depan dengan kehendak Allah Swt.

Penjelasan tentang anjuran mengucapkan Insyaallah pun tertera dalam Alquran Surat Al-Kahf ayat 23 – 24. Dikutip dari laman Qur’an Kemenag, quran kemenag.go.id, Surat Al-Kahf ayat 23 – 24 berbunyi:

وَلَا تَقُوْلَنَّ لِشَا۟يْءٍ اِنِّيْ فَاعِلٌ ذٰلِكَ غَدًاۙ

Wa lā taqūlanna lisyai'in innī fā‘ilun żālika gadā(n).

Artinya: Jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, “Aku pasti melakukan hal itu besok”.

اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ ۖوَاذْكُرْ رَّبَّكَ اِذَا نَسِيْتَ وَقُلْ عَسٰٓى اَنْ يَّهْدِيَنِ رَبِّيْ لِاَقْرَبَ مِنْ هٰذَا رَشَدًا

Illā ay yasyā'allāh(u), ważkur rabbaka iżā nasīta wa qul ‘asā ay yahdiyani rabbī li'aqraba min hāżā rasyadā(n).

Artinya: kecuali (dengan mengatakan), “Insyaallah.” Ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini”.

Berdasarkan ayat tersebut, jelas bahwa Insyaallah merupakan lafaz yang mengingatkan bahwa manusia harus mengingat Allah Swt. Hal itu dikarenakan hanya Allah Swt. yang Maha Mengetahui dan Maha Menghendaki.

Namun, beberapa orang kerap keliru dalam memaknai insyaallah dengan menjadikannya kalimat yang abu-abu dari ketepatan janjinya. Padahal esensi dari Insyaallah adalah niat yang sudah bulat untuk menepati janjinya jika Allah Swt. menghendaki.

Baca juga: Arti Alhamdulillah dan Keutamaan Mengucapkannya bagi Umat Islam

Kini diketahui bahwa jawaban dari jelaskan alasan kenapa ketika berjanji dianjurkan mengucapkan Insyaallah adalah karena manusia tidak mengetahui masa depan sehingga harus meyakini bahwa semua yang terjadi atas kehendak Allah Swt. Wallahu a'lam bish-shawab. (AA)