Menilik Sejarah Hari Bumi Sedunia dan Maknanya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari bumi atau earth day dirayakan di tanggal 22 April setiap tahunnya sejak tahun 1970. Tak hanya di Indonesia, namun di seluruh dunia juga merayakan hari yang penting ini. Dalam sejarah Hari Bumi Sedunia, peringatan ini digelar agar masyarakat dunia sadar mengenai berbagai ancaman yang membahayakan bumi seperti kerusakan lingkungan.
Di Tahun 2022 ini sejarah hari Bumi jatuh pada hari Jumat, 22 April. Biasanya pada hari ini terdapat banyak kegiatan komunal yang berkaitan dengan pelestarian alam. Bagaimana sejarah terciptanya hari ini? Simak artikel ini lebih lanjut.
Sejarah Hari Bumi Sedunia
Dikutip dari situs resmi kegiatan Hari Bumi Sedunia di laman earthday.org/history, diketahui bahwa sejarah Hari Bumi Sedunia dimulai pada tahun 1970 dengan penggagas Senator Gaylord Nelson, seorang junior senator dari Wisconsin, Amerika Serikat.
Saat itu, aktivitas penduduk Amerika Serikat dianggap dapat merusak lingkungan karena penggunaan mobil yang boros bahan bakar, emisi bahan bakar yang buruk, cemaran limbah kimia, polusi, serta sampah-sampah lainnya yang dianggap merusak lingkungan secara masif.
Tak hanya itu, terinspirasi dari tulisan populer Rachel Carson yang berjudul Silent Spring (1962) yang memaparkan penggunaan pestisida berlebihan di desa-desa di Amerika Serikat serta dampak buruknya pada lingkungan, muncul aktivisme lingkungan yang peduli pada isu pencemaran.
Hal ini bertambah masif ketika pada tahun 1969 terjadi kebakaran besar di Sungai Cuyahoga yang terjadi akibat pembuangan limbah kimia di sungai. Berdasarkan hal tersebut para aktivis dan Senator Gaylord Nelson pun mengerahkan 20 juta orang di seluruh Amerika untuk berprotes dan berdiskusi di tempat-tempat umum mengenai perlindungan lingkungan hidup.
Hal ini berhasil, karena sepanjang tahun 1970 terdapat sejumlah undang-undang lingkungan yang berhasil diresmikan yaitu UU Udara Bersih, UU Reklamasi, UU Peningkatan kualitas air, dan UU spesies yang terancam punah.
Alasan kenapa tanggal 22 April yang dipilih adalah karena hari tersebut adalah hari kerja yang berada di antara libur musim semi dan ujian akhir sehingga para pelajar dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini pun diganti namanya menjadi hari bumi sedunia atau Earth Day yang kita kenal saat ini. (AGI)
