Menilik Sejarah Tahun Baru Masehi yang Dilakukan oleh Banyak Negara

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahun baru 2024 akan tiba dalam hitungan hari. Seluruh masyarakat dunia tentu sudah mengetahui bahwa tahun baru Masehi terjadi setiap tanggal 1 Januari. Namun, belum banyak orang yang mengetahui sejarah tahun baru Masehi.
Secara historis, perayaan tahun baru telah ada jauh sebelum munculnya tahun Masehi. Perayaan tersebut diperkirakan terjadi sejak 2.000 tahun sebelum Masehi (SM) dan dilakukan oleh bangsa Babilonia.
Sejarah Tahun Baru Masehi
Tahun Masehi memang banyak digunakan oleh masyarakat dunia. Namun, tidak semua orang mengetahui sejarah tahun baru Masehi. Faktanya, sejarah tahun baru tersebut memiliki kaitan erat dengan perayaan tahun baru bangsa Babilonia.
Sekitar 2.000 tahun sebelum Masehi (SM), bangsa Babilonia mengadakan perayaan tahun baru pertama dalam rangka menghormati kedatangan tahun baru. Tradisi tersebut dilakukan dengan mengikuti penanggalan bulan pertama vernal equinox.
Vernal equinox itu sendiri merupakan tanda dimulainya musim semi astronomis. Pada saat itu, perayaan tahun baru terjadi pada bulan Maret sebab bertepatan dengan momen pergantian musim.
Seiring perkembangan zaman, sistem penanggalan pun turut mengalami perkembangan dengan munculnya kalender Masehi. Dikutip dari buku Islam Faktual, Mubarak (2019: 65 – 66), penanggalan Masehi sangat dipengaruhi oleh tradisi astrologi.
Tradisi astrologi tersebut meliputi Mesir Kuno, Mesopotamia, Babel, Yunani, dan Romawi Kuno. Semula, kalender Masehi hanya terdiri dari 10 bulan dan 304 hari. Kemudian, mengalami pertambahan dua bulan pada abad ke-8, yaitu bulan Januarius dan Februarius.
Setelah itu, Julius Caesar melakukan konsultasi dengan ahli astronomi serta matematika guna menyempurnakan penanggalan Masehi. Akhirnya, penetapan bahwa 1 Januari adalah tahun baru dilakukan oleh Paus Gregorius XIII pada 1582.
Selintas tentang Kalender Masehi
Kalender Masehi merupakan sistem penanggalan yang digunakan oleh berbagai negara termasuk Indonesia. Kalender tersebut memiliki dasar perhitungan dari peredaran bumi mengelilingi matahari.
Secara umum, kalender Masehi memiliki hari berjumlah 365. Namun, pada tahun-tahun tertentu, jumlah hari dalam kalender Masehi bisa mencapai 266 hari.
Dikutip dari buku Seri Cerdas Tangkas IPA Kelas 6 – Semester 2, X - Kanopi (2011: 75), satu hari ditambahkan dalam tahun Masehi setiap empat tahun sekali, yaitu pada bulan Februari. Tahun tersebut disebut tahun kabisat seperti tahun 2024.
Tahun baru pada sistem penanggalan Masehi terjadi setiap tanggal 1 Januari. Oleh karena itu, banyak masyarakat dunia merayakan malam tahun baru setiap 31 Desember tahun berjalan hingga 1 Januari tahun berikutnya.
Demikian diketahui bahwa sejarah tahun baru Masehi memiliki kisah yang panjang. Kisah tersebut meliputi tradisi perayaan tahun baru bangsa Babilonia dan rangkaian upaya pembuatan penanggalan Masehi. (AA)
