Menilik Teknik Pewarnaan Lapisan pada Keramik dengan Glasir

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pembuatan keramik, ada berbagai tahapan yang perlu dilakukan hingga menghasilkan keramik yang mengkilap dan siap jual. Salah satunya adalah teknik pewarnaan lapisan yang umum digunakan. Meski familiar, tetapi masih banyak orang yang tidak bisa sebutkan lapisan pada keramik.
Padahal lapisan tersebut menjadi bagian penting yang dapat membuat keramik terlihat lebih menarik. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk mengetahui bagaimana teknik pewarnaan lapisan keramik yang tepat.
Teknik Pewarnaan Lapisan pada Keramik dengan Glasir
Sebelumnya, perlu diketahui bahwa keramik adalah kerajinan bahan lunak yang terbuat dari tanah liat. Adapun pewarna pada kerajinan keramik terbuat dari campuran kuarsa kapur dan oksida pewarna besi atau tembaga.
Jadi, lapisan pada keramik disebut dengan glasir. Mengutip dari buku Bahan Bangunan dan Konstruksi, Tri Mulyono (2021:86), glasir adalah cairan suspensi butiran mineral kecil yang diterapkan dengan cara penuangan, pengkuasa, pencelupan, dan penyemprotan pada permukaan keramik.
Glasir ini juga dapat digunakan untuk mewarnai keramik menggunakan berbagai pigmen warna berbasis mineral. Keramik yang sudah dilapisi glasir tidak hanya memberikan penampilan yang lebih indah, tetapi juga menjadi lebih tahan air.
Kini ada banyak teknik pewarnaan keramik yang menggunakan glasir. Namun, setidaknya ada dua jenis pewarnaan glasir pada keramik berdasarkan pembakarannya, yakni pembakaran langsung dan tidak langsung. Berikut penjelasannya.
1. Pembakaran Langsung
Pembakaran langsung merupakan teknik pewarnaan keramik dengan cara membubuhkan glasir pada keramik mentah sebelum dibakar. Jadi, setelah diglasir, keramik akan dibakar seperti biasa hingga glasir akan menghasilkan warna dan lapisan kaca.
2. Pembakaran Tidak Langsung
Pembakaran tidak langsung merupakan teknik pewarnaan dan pembakaran keramik secara bertahap. Pada cara ini, keramik akan dibakar terlebih dahulu hingga setengah matang. Baru kemudian pengglasiran dilakukan.
Setelah glasir dibubuhkan, maka keramik akan didiamkan hingga glasir mengering. Setelah itu, keramik akan dibakar lagi hingga keramik dan glasir matang.
Baca Juga: Jawaban Teka-teki Silang: Celah Sempit Antar Keramik
Itu dia penjelasan singkat tentang teknik pewarnaan keramik dengan glasir yang menarik untuk disimak. Semoga bermanfaat. (Anne)
